Sabtu, 27 Desember 2014

MAKALAH TEMA LINGKUNGAN


MAKALAH

PEMANFAATAN TANGGA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA LINGKUNGAN DI KELAS II SD NEGERI BATURSARI 3
SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Oleh: Suyatmi, S.Pd.SD
                                                                 
ABSTRAK
Latar belakang masalah yang dideskripsikan adalah kurangnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran Tematik. Penyebabnya adalah guru dalam mengajar Matematika kurang bervariasi dalam pemilihan metode dan media sehingga peserta didik merasa malas dengan pelajaran secara tematik.
Permasalahan: 1) Bagaimanakah proses pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik  bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan bagi Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?; 2) Bagaimanakah perubahan aktivitas belajar Peserta Didik setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?; 3) Bagaimanakah keefektifan pemanfaatan bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan Peserta Didik Kelas II A SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
Waktu penelitian semester 1 tahun pelajaran 2012/2013, tindakan  dilakukan pembelajaran selama dua kali pertemuan yang diakhiri dengan tes formatif. Prosedur penelitian terdiri atas: perencanaan, pelaksakaan, pengamatan, dan refleksi. Sifat penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dipaparkan dengan metode deskriptip komparatif.
Hasil penelitian motivasi motivasi dan semangat belajar peserta didik meningkat sehingga hasil belajar meningkat tajam terbukti dari nilai rata-rata kelas  menjadi 82.7 dengan 40 peserta didik tuntas dan 4 peserta didik masih belum tuntas.
Simpulan: Bermain media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan lebih efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Matematika materi hubungan antarsatuan luas di kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.

Kata kunci:  Bermain Tangga Manik-Manik,  Hasil Belajar, tema Lingkungan


PENDAHULUAN
Pembelajaran di Sekolah Dasar akan lebih efektif, menarik, dan menyenangkan apabila memanfaatkan berbagai media dan metode secara bervariasi. Pembelajaran yang bervariasi bertujuan agar menimbulkan minat dan motivasi belajar peserta didik terhadap semua mata pelajaran di sekolah.  Dengan motivasi belajar yang tinggi maka hasil belajar akan berkualitas sehingga mutu pendidikan akan meningkat. Namun demikian kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar, berdasarkan pengamatan dan informasi dari berbagai pihak masih banyak yang bersifat konvensional. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran masih cenderung pada metode ceramah, dan kurang memanfaatkan media. Oleh karena itu hasil belajar masih kurang optimal.
Pembelajaran di sekolah dasar yang kurang menarik  akan membosankan siswa. Apalagi dalam pembelajaran di kelas II yang menggunakan pendekatan tematik. Hampir semua guru masih melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran. Apalagi pada tema-tema yang sulit diintegrasikan. Oleh karena itu, hasil belajar siswa masih rendah apabila guru menggunakan pendekatan tematik. Hal ini karena pembelajaran tanpa menggunakan media dan metode yang bervariasi sehingga terkesan membosankan dan sulit. 
Berdasakan hasil evaluasi  peserta didik terhadap materi tema tempat umum, sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Hal ini terbukti  dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan metode ceramah, dalam teman tempat umum ternyata hasil belajar peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan  Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah yaitu 70, hanya 15 peserta didik (34,1%)  dari jumlah peserta didik sebanyak 44 siswa. Sedangkan  29 peserta didik (65,9%) masih tidak mencapai KKM yang ditentukan.
Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran dengan pendekatan tematik ini, berdasarkan analisis dan pengamatan guru kelas serta masukan dari teman sejawat, ternyata karena peserta didik kurang termotivasi mengikuti pembelajaran dengan pendekatan tematik tanpa media dan metode yang bervariasi. Sehingga peserta didik kurang menguasai konsep awal yang diajarkan dalam beberapa mata pelajaran secara tematik tersebut.
 Apabila peserta didik tidak menguasai konsep awal dalam tema tertentu, maka peserta didik akan senantiasa mengalami kesulitan untuk mengerjakan soal-soal berikutnya. Hal ini karena, konsep pembelajaran tematik saling berkaitan antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain dalam tema tertentu  yang berkesinambungan untuk pembelajaran selanjutnya.
Berdasarkan kondisi di atas, guru kelas dengan mendapatkan masukan dan  informasi dari berbagai pihak menentukan model pembelajaran  baru agar motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran tematik meningkat. Media yang dipilih adalah  Tangga manik-manik.  Pembelajaran dengan memanfaatkan tangga manik-manik ini agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar   tema lingkungan bagi peserta didik kelas II Sekolah Dasar Batursari 3. Hasil belajar peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini diharapkan mencapai KKM yang ditentukan yaitu 70, serta rata-rata kelas yang dicapai meningkat dari hasil sebelumnya. Selain itu seiring dengan program pemerintah tentang pendidikan karakter dan budaya bangsa, maka pembelajaran ini juga diharapkan mencapai dampak pengiring berupa penerapan nilai-nilai pendidikan karakter bagi peserta didik. Adapun muatan karakter yang ditanamkan dalam kegiatan pembelajaran ini antara lain: jujur, percaya diri, kerja sama, rasa  dan ingin tahu.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.        Bagaimanakah proses pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik  bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan bagi Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
2.        Bagaimanakah  perubahan aktivitas belajar Peserta Didik setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
3.        Seberapa besar keefektifan pemanfaatan bermain tangga manik-manik  bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
Tujuan karya tulis ini adalah:
1.      Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik  bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan bagi Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
2.        Mendeskripsikan perubahan aktivitas belajar Peserta Didik setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
3.        Mendeksripsikan keefektifan pemanfaatan bermain tangga manik-manik  bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.

E.Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis.
1.                Peserta Didik
Penelitian ini diharapkan memberikan pengalaman baru bagi peserta didik untuk senantiasa belajar dan dapat memanfaatkan media dan metode pembelajaran yang diberikan guru sehingga hasil belajar meningkat, dan berkarakter.
2.   Guru
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada semua guru, khususnya guru sekolah dasar untuk dapat menggunakan media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik tema lingkungan sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar  dan menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik.
3.       Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang media dan metode pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya.

LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN
1.                  Motivasi  Belajar Siswa
Motivasi merupakan dorongan dari dalam hati untuk melaksanakan kegiatan tertentu.  John (2007:514) mendefinisikan bahwa motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama.  Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi belajar peserta didik. Suryabrata (1997:43) mengemukakan faktor-faktor itu adalah faktor dari Intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor dari dalam yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar yang berasal dari siswa yang  sedang belajar. Faktor-faktor ini meliputi: fisiologi, kondisi psikologis, faktor kecerdasan, bakat individu, minat individu, motivasi belajar, emosi, dan kemampuan kognitif siswa. Faktor Ekstern ekstern adalah faktor dari luar yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar siswa yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Faktor-faktor ini meliputi: lingkungan alami yang meliputi keadaan udara, cuaca, waktu, tempat atau gedungnya, alat-alat yang dipakai untuk belajar seperti alat-alat pelajaran.
Suprijono (2011: 163) mendefinisikan bahwa motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingklah laku. Motivasi belajar adalah proses member semangat belajar, rasa, arah, dan kegigihan perilaku. Adapun indikator motivasi belajar menurut Hamzah dalam Suprijono (2010: 163) meliputi: adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan kebutuhan, adanya harapan dan cita-cita masa depan, danya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan adanya lingkungan belajar  dengan baik.
Sekait dengan indikator motivasi belajar  yang diantaranya adalah adanya kegiatan yang menarik,  maka model pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik di kelas II SD Negeri Batursari 3 pada pelajaran dengan tema lingkungan.

2.Pembelajaran Tematik  di kelas SD
Dalam pembelajaran tematik memiliki beberapa prinsip pengajaran. Depdikbud (1996:2) menjelaskan bahwa prinsip-prinsip pengajaran Tematik adalah sebagai berikut: 1) Keberhasilan pelajaran Tematik sangat ditentukan oleh upaya penanaman konsep yang jelas, latihan, dan dilandasi pengertian, 2) Dalam menyajikan topik-topik baru hendaknya dimulai dari tahapan yang paling sederhana menuju tahapan yang kompleks, 3) Pengalaman-pengalaman sosial dan penggunaan benda-benda konkret perlu dilakukan guru dalam membantu pemahaman anak-anak terhadap pengertian-pengertian dalam berhitung, 4) Setiap langkah dalam pengajaran berhitung hendaknya diusahakan melalui penyajian yang menarik, 5) Setiap anak belajar dengan kesiapan dan kecepatannya sendiri-sendiri, tugas guru memberikan motivasi, 6) Latihan-latihan sangat penting untuk memantapkan pengertian dan keterampilan, dan 7) Relevansi berhitung dengan kehidupan sehari-hari perlu ditekankan.
3.Metode Bermain
Metode yang diplih dalam penelitian ini adalah metode bermain. Keuntungan memanfaatkan metode ini, antara lain: 1) Pengalaman anak bukan hanya hapalan, tetapi juga pemahaman, 2) Anak terbiasa dapat memecahkan masalah yang dihadapi dengan berdasarkan teori yang ada, 3) Pengetahuan anak tidak mudah hilang, 4) Hasil belajar lebih bermakna bagi diri anak dibandingkan dengan cara belajar secara konvensional, dan 5) Dalam belajar, anak akan bervariasi sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Adapun langkah-langkah dalam metode  bermain ini adalah: 1) Guru dan peserta didik menyediakan media tangga yang terbuat dari sterofom (dapat dilihat dalam lampiran), manik-manik warna biru, merah, dan putih, serta tempat disket; 2) Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru cara belajar dengan bermain tangga manik-manik (karakter: rasa ingin tahu); 3) Peserta didik mempraktikkan bermain dengan kelompoknya yaitu: satu peserta didik membaca soal, peserta didik kedua mengambil manik-manik sesuai dengan soal yang dibacakan, peserta didik ketiga menulis di papan tulis, peserta didik keempat menghitung jumlah manik-manik. Apabila jawaban benar maka kelompok tersebut menerima pin (sebagai penghargaan kelas), dan apabila jawaban salah maka semua anggota kelompok menyanyikan lagu yang diminta oleh peserta didik kelompok lainnya. Semua kelompok mempraktikkan bermain tangga manik-manik (karakter yang ditanamkan: kerja sama, percaya diri, sportif, jujur); 3) Setelah selesai bermain, peserta didik mengerjakan latihan. Peserta didik yang sudah selesai mengerjakan latihan sebelum waktu pembahasan,; 4) Pembahasan secara klasikal; dan 5) ulangan formatif.
4.Media Tangga Manik-Manik
Media yang dipilih dalam pembelajaran ini adalah media tangga manik-manik. Dalam  tangga manik-manik ini terdiri atas: 1) tangga terbuat dari bahan  sterofm dan stiker,  2) manik-manik warna merah yang menunjukkan angka x 1 (satu manik-manik merah berarti kelipatan 1), manik-manik biru yang menunjukkan angka dibagi sepuluh atau sepersepuluh (satu manik-manik biru berarti per sepuluh dan seterusnaya), dan manik-manik putih menunjukkan bilangan asli dari satu hingga sembilan serta bilangan bulat, dan 3) bekas tempat disket yang digunakan untuk tempat manik-manik dan kartu soal-soal  yang berhubungan dengan ”hubungan antar panjang”. Tempat disket dijelaskan satuan usuran dari km, hm, dam, m, dm, cm, mm, Selain itu juga dijelaskan tentang hubungan antara satuan ukuran lainnya.

5.Hasil Belajar Peserta didik
Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh peserta didik selama belajar. Purwanto  (2010:46) mendefinisikan  bahwa hasil belajar  merupakan pencapaian tujuan pendidikan pada siswa yang mengikuti proses belajar mengajar. Hasil belajar merupakan realisasi tercapainya tujuan pendidikan, sehingga hasil belajar yang diukur sangat tergantung kepada tujuan pendidikannya.
Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik perlu adanya evaluasi sebagai alat untuk mengukur hasil belajar. Evaluasi menurut Purwanto (2010:47) dimaksudkan sebagai cermin untuk melihat kembali apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan apakah pembelajaran berlangsung efektif untuk memperoleh hasil belajar. Senada dengan hal tersebut Arikunto (1997:274) menjelaskan bahwa evaluasi merupakan suatu pekerjaan yang memberikan suatu feed back (umpan balik) yang mencerminkan seberapa jauh seorang peserta didik telah mencapai tujuan yang ditetapkan dalam pengajaran. Hasil belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Tematik materi tema lingkungan di kelas II  SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 dengan model pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter.

6.Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter/akhlak memang wajib diberikan kepada anak didik, tetapi Pendidikan Karakter/Akhlak tidak perlu dijadikan program pengajaran yang berdiri sendiri (Sutrisno, 2001:93-94).  Pendidikan karakter diberikan secara terintegrasi dalam semua mata pelajaran yang diajarkan mulai dari Paud hingga perguruan tinggi. Pendidikan karakter yang diharapkan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sekarang ini meliputi 9 pilar, yaitu: 1) Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya (love Allah, trust, reverence, loyalty);  2) Tanggung jawab, Kedisiplinan dan Kemandirian (responsibility, excellence, self reliance, discipline, orderliness); 3)  Kejujuran/Amanah dan Arif (trustworthines, honesty, and tactful); 4) Hormat dan Santun (respect, courtesy, obedience); 5) Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama (love, compassion, caring, empathy, generousity, moderation, cooperation); 6) Percaya Diri, Kreatif dan Pekerja keras (confidence, assertiveness, creativity, resourcefulness, courage, determination, enthusiasm); 7) Kepemim pinan dan Keadilan (justice, fairness, mercy, leadership); 8) Baik dan Rendah Hati (kindness, friendliness, humility, modesty; 9)  Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan (tolerance, flexibility, peacefulness, unity).
Pendidikan Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional  mencakup aspek-aspek sebagai berikut: (1) religius, (2) jujur, (3) toleran, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat atau komunikatif, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan, (17) peduli sosial, dan (18)tanggung jawab.

A.              Kerangka Berpikir
Pemanfaatan media tangga manik-manik dengan dalam pembelajaran tematik tema lingkungan di kelas II  SD, merupakan tindakan yang dipilih untuk mengatasi masalah   sulitanya siswa memahami pembelajaran secara tematik. Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam pengajaran secara tematik. Menurut Mulyono (1999:155) ada empat pendekatan yang paling berpengaruh dalam pengajaran secara tematik, yaitu: “(1) urutan belajar yang bersifat perkembangan, (2) belajar tuntas, (3) strategi belajar, dan (4) pemecahan masalah. Berdasarkan pendekatan tersebut, dalam penelitian ini dititikberatkan pada belajar tuntas dan strategi belajar untuk pemecahan masalah yang dihadapi siswa.


C.Hipotesis Tindakan
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian inin adalah: 1) proses pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik  bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tema lingkungan bagi Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013; 2) terjadi perubahan aktivitas belajar Peserta Didik setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013; dan 3) pemanfaatan bermain tangga manik-manik  bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter efektif untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
METODE PENELITIAN
A. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2012/2013. Dalam mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia secara tematik dalam tema lingkungan di kelas II SDN Batursari 3.
B.Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini dilakukan di kelas II SD Negeri Batursari 3 Kecamatan Mranggen dengan jumlah  peserta didik 44 siswa. Peneliti selama melakukan penelitian sebagai guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat.
C.Subjek Penelitian
Subyek penelitian adalah peserta didik kelas II SDN Batursari 3 tahun pelajaran 2012/2013 yang jumlahnya sebanyak 44 siswa, yang terdiri atas 27 peserta didik perempuan dan 17 peserta didik laki-laki.
Subjek penelitian ini berasal dari latar belakang keluarga yang tidak sama. Pekerjaan orang tua peserta didik terdiri atas buruh,  pedagang, dan pegawai swasta. Usia mereka rata-rata 6-8 tahun.

D. Instrumen  dan Alat Pengumpulan Data
Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari: (1) Daftar nilai, 2) Perangkat pembelajaran yang dibuat guru, (3) Buku sumber pelajaran, dan (4) Hasil observasi, saran dari observer yang dilakukan sebelum, selama, dan sesudah tindakan penelitian, dan 5) dokumentasi selama tindakan diberikan. Instrumen  yang digunakan untuk mengumpulkan data berbentuk  tes dan observasi. Tes digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik selama kegiatan pembelajaran Matematika materi hubungan antarsatuan luas.  Lembar observasi digunakan untuk menilai keaktifan dan perubahan tingkah laku peserta didik yang berkaitan erat dengan motivasi belajar dalam pembelajaran Matematika selama kegiatan dilakukan.
Alat pengumpulan data tergantung pada teknik yang digunakan. Teknik tes, alatnya dapat berbentuk butir soal tes. Butir soal tes ini berupa tes isian singkat yang terdiri atas 10 soal. Teknik non tes, alatnya dapat  berbentuk pedoman dan lembar observasi.



E. Validasi Instrumen
Dari sejumlah instrumen yang digunakan harus memiliki validitas yang handal. Menurut Suharsimi yang dimaksud dengan validitas adalah “suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalitan atau kesahihan sesuatu instrumen (1987:136).
Dalam penelitian ini menggunakan validitas teman sejawat, yakni teman sejawat yang menganalisis dan mengoreksi soal-soal yang telah disusun peneliti sebelum digunakan dalam penelitian. Adapun hasil dari validasi teman sejawat menyatakan bahwa soal-soal sesuai untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dalam materi mengidentifikasi hubungan antarsatuan luas bangun datar.
F.Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis hasil dari observasi, tindakan dan dokumentasi untuk meningkatkan pemahaman penelitian terhadap kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Kegiatan analisis merupakan refleksi dari data sebelum tindakan dan hasil selama dan setelah tindakan.
Analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis kualitatif dengan metode pemaparan secara deskriptip komparatif, yakni mendeksripsikan semua temuan dalam penelitian disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisis secara sederhana (persentase).

G.Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini dalam bentuk hasil belajar peserta didik khusus pada pemahaman terhadap hubungan antar satuanluas. Adapun indikator kinerja tersebut adalah: (1) Adanya peningkatan perolehan nilai rata-rata ulangan harian dari 58.4 menjadi minimal 70, (2) Adanya tingkat kelulusan KKM dari yang lulus KKM sebanyak  15 (34,1%)  menjadi sedikitnya 35 siswa (79,5 %), (3)Peningkatan peran aktif dan motivasi siswa dalam pembelajaran tematik tema lingkungan.

 H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini menurut Arikunto (2007: 16) dapat digambarkan sebagai berikut:

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA

A.      Hasil Penelitian
1.      Deskripsi Kondisi Awal
Peserta didik masih sulit dalam pembelajaran secara tematik. Hasil evaluasi  peserta didik terhadap materi tema tempat umum, sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Hal ini terbukti  dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan metode ceramah, dalam teman tempat umum ternyata hasil belajar peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan  Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah yaitu 70, hanya 15 peserta didik (34,1%)  dari jumlah peserta didik sebanyak 44 siswa. Sedangkan  29 peserta didik (65,9%) masih tidak mencapai KKM yang ditentukan.
2.      Deskripsi Siklus 1
a.         Proses Pembelajaran Siklus 1
1)        Persiapan Tindakan
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang telah dideskripsikan, peneliti  menyusun  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dilaksanakan di kelas II SD Negeri Batursari 3, yaitu: Guru mendesain program pembelajaran dengan langkah-langkah: 1) Menentukan standar kompetensi;  2) Menentukan kompetensi dasar; 3) Menentukan indikator;  4) Menentukan tujuan yang hendak dicapai, 5) Menentukan nilai-nilai karakter yang akan ditanamkan, yaitu nilai jujur, percaya diri, kerja sama, dan menghargai prestasi; 6) Menentukan materi yang  disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai; 7) Menentukan media yang relevan yaitu tangga manik-manik; 8) Menentukan metode yang akan digunakan untuk menyampaikan pembelajaran yaitu metode bermain; dan 9) Menentukan alat evaluasi.
Setelah RPP disusun, maka kegiatan selanjutnya adalah menyiapkan media yang akan digunakan dalam penelitian yaitu tangga manik-manik. Tangga dibuat dari steroform dan  dilapisi stiker. Setelah itu bekas tempat disket disiapkan dan ditempeli tulisan dari kertas yang terdiri atas: km, hm, dam, m, dm, cm, mm. Sedangkan tulisan untuk setelah kegiatan bermain dengan satuan km, hm, dam, m, dm, cm, mm selesai. Selain itu juga menyiapkan kartu soal-soal untuk bermain dan lembar kerja.
2)             Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan penelitian ini dilakukan di dalam kelas oleh guru kelas sebagai peneliti dan teman sejawat untuk berkolaborasi. Pembelajaran pertemuan 1 dengan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan; 2) Guru menyiapkan media yang dibutuhkan; 3) Peserta didik menuju kelompoknya masing-masing kelompok besar ( 5-6 siswa); 4) Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru cara bermain tangga manik-manik (nilai karakter: rasa ingin tahu); 5) Peserta didik mengambil undian untuk bermain bersama kelompoknya (nilai karakter: kerja sama, komunikatif, sportif); 6) Kelompok peserta didik mempraktikkan permainan. Bila jawaban dari permainan benar maka kelompok peserta didik akan menerima bintang penghargaan, dan bila salah maka kelompok peserta didik harus menyanyikan lagu dolanan sesuai dengan permintaan peserta didik lainnya, (nilai karakter :komunikatif, sportif, percaya diri);  7) Setelah semua kelompok selesai bermain, peserta didik mengerjakan latihan secara individu (nilai karakter: sportif); 8) Apabila peserta didik telah selesai sebelum waktu pembahasan secara klasikal dengan cara dikte;  9) Pembahasan hasil latihan secara klasikal (nilai karakter: menghargai prestasi); 10) Refleksi dan  Kesimpulan; dan 11) Siswa mengerjakan tes ulangan harian.
b.      Perubahan Perilaku Belajar Peserta Didik
Hasil pengamatan peningkatan motivasi  belajar peserta didik dalam pembelajaran tema lingkungan dalam mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Pengamatan  Proses Pembelajaran
No
Aspek Yang Diobservasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Peran Aktif peserta didik dalam pembelajaran
V

Baik
2
Daya tarik peserta didik terhadap alat peraga
V

Baik
3
Motivasi peserta didik terhadap metode yang digunakan guru
V

Baik
4
Antusias peserta didik dalam mempraktikkan permainan
V

Baik
5
Antusias peserta didik dalam menyelesaikan LKS
V

Baik
6
Ketepatan peserta didik dalam mengerjakan permainan
V

Baik
7
Kecepatan peserta didik dalam menyelesaikan LKS
V

Baik
8
Semangat peserta didik dalam menyelesaikan soal latihan
V

Baik
9
Kecepatan peserta didik dalam mengerjakan soal
V


Baik
10
Hasil nilai evaluasi
V

Baik
            Berdasarkan hasil pengamatan tersebut dapat dikataakan bahwa peran aktif peserta didik dalam pembelajaran meningkat, motivasi peserta didik dalam pembelajaran tema lingkungan meningkat, antusias peserta didik dalam mengerjakan latihan meningkat, semangat mengerjakan tugas meningkat dan hasil belajar peserta didik meningkat tajam.

c.       Peningkatan Hasil Belajar Siklus 1
Kegiatan pembelajaran siklus 1 lebih difokuskan pada tema lingkungan. Setelah tindakan pada pertemuan kedua dilakukan, diadakan tes formatif. Adapun tes formatif yang diberikan guru berupa soal-soal yang telah disiapkan dan divalidasi oleh teman sejawat terlebih dahulu sebanyak 10 soal.  Dari data tersebut apabila disusun dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
       
  Tabel 2 Hasil Nilai Tes
No
Rentan Nilai
Jumlah Siswa
Persentase (%)
1
41 – 50
3
6,8
2
51 – 60
5
11,36
3
61 – 70
4
9,09
4
71 – 80
17
38,64
5
81 – 90
12
27,27
6
91- 100
3
6,8
JUMLAH
44
100

Hasil ulangan menunjukan  dari 44 peserta didik yang tuntas KKM sebanyak 36 peserta didik (81,81%) siswa, dan 8 peserta didik (18,18%) masih belum tuntas. Rata-rata kelas pada siklus 1 sebesar, dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50. Rata-rata kelas sebesar 78,86.

d.      Refleksi Siklus 1
Kegiatan pembelajaran menurut masukan dari teman sejawat dan berdasarkan analisis dari peneliti masih belum optimal. Kekurangan dari pembelajaran ini adalah masih ada 8 peserta didik yang belum tuntas. Peserta didik masih ragu dalam mengerjakan lembar kerja, dan kerja sama kurang kompak.
Adapun kelebihannya adalah prestasi belajar peserta didik meningkat tajam dari rata-rata kelas 67,5 menjadi 78,86, peserta didik yang mencapai KKm menjadi 81,81 (40 peserta didik) peserta didik lebih tertarik dalam bermain.

3. Deskripsi Siklus 2
a. Proses Pembelajaran Siklus 2
      1)Persiapan Tindakan
        Berdasarkan refleksi yang telah dideskripsikan serta analisis hasil belajar pada pembelajaran siklus 1, disusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan langkah seperti pembelajaran siklus 1,  dengan materi dan teknik yang kurang dalam pembelajaran siklus 1 disempurnakan, yaitu fokus permainan pada satuan ukuran panjang dengan kelompok kecil. Media yang digunakan tetap yakni tangga manik-manik sehingga guru tidak perlu membuat media lagi, hanya saja langkah pembelajarannya lebih diefektifkan. 
2) Proses Pelaskanaan  Tindakan
Prosedur tindakan yang dilakukan pembelajaran siklus 2 untuk memperbaiki pembelajaran yang dilakukan pada pembelajaran siklus 1, terdiri atas dua kali pertemuan. Adapun langkah-langkah pembelajaran pada pembelajaran pertemuan 2 ini adalah: 1) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan; 2) Guru menyiapkan media yang dibutuhkan; 3) Peserta didik menuju kelompoknya masing-masing kelompok kecil ( 2-3 siswa); 4) Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru cara bermain tangga manik-manik (nilai karakter: rasa ingin tahu); 5) Peserta didik mengambil undian untuk bermain bersama kelompoknya (nilai karakter: kerja sama, komunikatif, sportif); 6) Kelompok peserta didik mempraktikkan permainan, untuk mengecek jawaban peserta didik benar atau belum. Bila jawaban dari permainan benar maka kelompok peserta didik akan menerima bintang penghargaan, dan bila salah maka kelompok peserta didik harus menyanyikan lagu dolanan sesuai dengan permintaan peserta didik lainnya, (nilai karakter :komunikatif, sportif, percaya diri);  7) Setelah semua kelompok selesai bermain, peserta didik mengerjakan latihan secara individu dengan  dikte (nilai karakter: sportif); 8) Pembahasan hasil latihan secara klasikal (nilai karakter: menghargai prestasi); 9) Refleksi dan  Kesimpulan; dan 10) Siswa mengerjakan tes formatif. Pembelajaran pada pembelajaran pertemuan 2 diakhiri dengan tes formatif pada akhir pertemuan kedua. Hasilnya dikoreksi dan dianalisis oleh guru setelah kegiatan pembelajaran selesai.

a.        Perubahan Perilaku Belajar Pesert Didik
Hasil pengamatan peningkatan motivasi  belajar peserta didik dalam pembelajaran tema lingkungan dalam mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia ini adalah sebagai berikut:
  
Tabel 3. Hasil Pengamatan  Proses Pembelajaran
No
Aspek Yang Diobservasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak
1
Peran Aktif peserta didik dalam pembelajaran
V

Baik sekali
2
Daya tarik peserta didik terhadap alat peraga
V

Baik
3
Motivasi peserta didik terhadap metode yang digunakan guru
V

Baik sekali
4
Antusias peserta didik dalam mempraktikkan permainan
V

Baik
5
Antusias peserta didik dalam menyelesaikan LKS
V

Baik sekali
6
Ketepatan peserta didik dalam mengerjakan permainan
V

Baik
7
Kecepatan peserta didik dalam menyelesaikan LKS
V

Baik sekali
8
Semangat peserta didik dalam menyelesaikan soal latihan
V

Baik
9
Kecepatan peserta didik dalam mengerjakan soal
V


Baik
10
Hasil nilai evaluasi
V

Baik sekali
            Berdasarkan hasil pengamatan tersebut dapat dikataakan bahwa peran aktif peserta didik dalam pembelajaran meningkat, motivasi peserta didik dalam pembelajaran meningkat, antusias peserta didik dalam mengerjakan latihan meningkat, semangat mengerjakan tugas meningkat dan hasil belajar peserta didik meningkat tajam.
Kegiatan pembelajaran pada siklus 2 lebih difokuskan pada tema lingkungan. Setelah tindakan pada pertemuan kedua dilakukan, diadakan tes formatif. Adapun tes formatif yang diberikan guru berupa soal-soal yang telah disiapkan dan divalidasi oleh teman sejawat terlebih dahulu sebanyak 10 soal.  Data nilai hasil belajar tema lingkungan apabila disusun dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 3.2 Hasil Nilai Tes
No
Rentan Nilai
Jumlah Siswa
Persentase (%)
1
41 – 50
1
2.3
2
51 – 60
3
6.8
3
61 – 70
9
20.5
4
71 – 80
5
11.4
5
81 – 90
17
38.6
6
91- 100
9
20.5
JUMLAH
44
100
Berdasarkan pada penyajian tabel nilai peserta didik tersebut, dapat dipaparkan hasil ulangan menunjukan  dari 44 peserta didik yang tuntas KKM sebanyak 40 peserta didik (90,9%) siswa, dan 4 peserta didik (9.1%) masih belum tuntas. Rata-rata kelas pada siklus 2 sebesar 82.7, dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50.
  
   d. Refleksi Siklus 2
Kegiatan pembelajaran menurut masukan dari teman sejawat dan berdasarkan analisis dari peneliti sudah berjalan dengan optimal. Kekurangan dari pembelajaran ini adalah masih ada 4 peserta didik yang belum tuntas. Namun demikian 4 peserta  didik mendapat bantuan bimbingan berlajar dari teman anggota kelompoknya sampai dapat meraih nilai sesuai KKM dalam ulangan remidi.
Adapun kelebihannya adalah prestasi belajar peserta didik meningkat tajam darib rata-rata kelas 76,78 menjadi 82,7, siswa yang mencapai KKm menjadi 90,9% (40 peserta didik) peserta didik lebih tertarik dalam bermain, dan peserta didik dapat menyelesaikan latihan serta tes formatif dengan waktu yang lebih cepat dari pada siklus 1.

B.Pembahasan Hasil Penelitian
Setelah tindakan diberikan maka hasil tes formatif dianalisis berdasarkan bagan alur yang dipilih dalam penelitian, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dari data hasil penelitian yang dilaksanakan dapat dianalisis dan dideskripsikan dalam pemaparan berikut ini.  
Pembelajaran dengan memanfaatkan media tangga manik-manik di kelas II  SD Batursari 3, dengan materi tema lingkungan menunjukkan hasil belajar yang lebih efektif. Dengan melihat perkembangan nilai peserta didik dalam tabel perkembangan dan histogram tersebut di atas dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari motivasi dan hasil belajar peserta didik antara kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebelumnya yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah dan latihan soal, dengan pembelajaran setelah dikenai tindakan (pemanfaatan media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik  di kelas II   SD Batursari 3.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam pemanfaatan media  tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran  tematik kelas II  SD Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013, khususnya  mata pelajaran Matematika, IPS dan Bahasa Indonesia prestasi belajar peserta  didik meningkat. Melalui perbandingan nilai rata-rata, pada nilai sebelum tindakan, siklus 1 dan siklus ke 2, yaitu 58.4,  78,76 dan  82. Pembelajaran ini bernilai positif, artinya dengan media  tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dapat dijadikan sarana efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi  tema lingkungan yang berkaitan dengan  mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia di kelas II  SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
Pemanfaatan media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dengan, dalam pembelajaran ini yang dilakukan, terlihat bahwa peserta didik belajar dengan antusias dan semangat yang tinggi, sehingga konsep tema lingkungan yang ditanamkan mencapai sasaran. Selain peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik,  juga dapat menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter  tentang kerja sama, sportif, rasa ingin tahu, percaya diri, komunikatif, dan menghargai prestasi teman. 
Dengan pemanfaatan media ini, ternyata dapat menarik perhatian peserta didik. Peserta didik yang biasanya perhatiannya kurang, tampak menjadi lebih antusias pada pembelajaran ini. Demikian pula peserta didik yang sudah mulai jenuh dengan pembelajaran yang monoton dan tidak bervariasi, kembali lebih berkonsentrasi dan motivasi belajar peserta didik meningkat dalam pembelajaran  bermain  tangga manik-manik. Hal ini senada dengan  manfaat dari penggunaan media pembelajaran ini, menurut Hamalik (1994 : 108) antara lain adalah : 1) menarik minat,  2) memberi gambaran yang jelas, 3) mempunyai tinjauan yang luas dan 4) mendorong kreativitas peserta didik.
Dengan adanya keuntungan-keuntungan dari pemanfaatan media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dengan, maka hipotesis yang dikemukakan diterima, yakni pembelajaran dengan memanfaatkan media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dengan terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran  tema lingkungan dalam mata pelajaran Matematika, IPS, dan bahasa Indonesiadi kelas II SD Negeri  Batursari 3, semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.

SIMPULAN DAN SARAN
A.Simpulan
Simpulan dalam penelitian ini: langkah-langkah pembelajaran dengan metode bermain tangga manic-mani bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dapat diterapkan dalam pembelajaran kompetensi dasar lainnya yang berhubungan dengan aspek pengetahuan dan pemahaman baik dalam pelajaran IPS, Matematika, Bahasa Indonesia maupun pelajaran lainnya, pembelajaran dengan bermain tangga manic-manik dapat diterapkan untuk meningkatkan aktivitas belajar selain disiplin, kekatifan, kecepatan, dan lain-lain, dan pembelajaran dengan metode bermain tangga manic-manik dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran selain IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia dan kompetensi dasar lainnya yang berkaitan dengan pemahaman materi,  dengan desain materi kartu permainan dan materi kuis interaktif yang disesuaikan.
  
B.     Saran
Untuk mengintensifkan pemanfaatan metode bermain tangga manic-manik  dalam  pembelajaran dapat disarankan sebagai berikut: kepada Kepala Sekolah supaya lebih banyak memberikan motivasi kepada guru dalam kegiatan belajar dan mengajar agar memanfaatkan metode yang bervariasi, khususnya bermain tangga manic-manik dengan mendesain kartu permainan dan materi kuis yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai, kepada Guru supaya meningkatkan kemampuannya dalam kegiatan pembelajaran dan meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran di antaranya dengan memanfaatkan metode bermain tangga manic-manik dalam pembelajaran tematik khususnya dan mata pelajaran lainnya dengan mendesain  media yang disesuaikan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai, dan peserta didik agar meningkatkan aktivitas dan hasil belajarnya dengan belajar giat dan memanfaatkan teknologi komunikasi dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Bhakti Utama. 2010. Jurnal Pendidikan Volume 3 No. 4. Surakarta: Bhakti Utama.
Bruce, Joyce. Marsha, Weil. Emily, Calhoun. 2009. Models of Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dinas Pendidikan. 2010. Dikdaktika Jurnal Kependidikan. Semarang: Dinas Pendidikan Jateng.
Gafur, Abdul. 1989. Media Pembelajaran. Jakarta.
Hamalik, Oemar. 1994. Media pendidikan. Bandung: Citra Adi Karya.
Khafid, M. Suyati. 2007. Pelajaran Matematika Kelas VI. Jakarta: Erlangga.
Koesoema, Doni. 2010. Pendidikan Karakter Startegi Mendidik Anak di Zaman Global.Jakarta: Grafindo
Mudhofir. 1986. Teknologi Instruksional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pedagogik. 2010. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah. Semarang: Laborataorium Baca Tulis Unnes.
Sudjana, Nana. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.
Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.