Rabu, 24 Desember 2014

DONGENG JADILAH YANG TERBAIK




 JADILAH YANG TERBAIK 

Oleh: Wahyuningsih Rahayu, S.Pd.,M.Pd/


Sore itu udara terasa segar.  Daun mangga menari-nari ditiup angin. Kelinci dan kura-kura bernyanyi-nyanyi dengan riangnya.”Kelinciku-Kelinciku, kau manis sekali. Melompat kian kemari sepanjang hari, aku ingin menemani sepulang sekolah, bersamamu lagi menari-nari”.
“Kelinci…. Kamu tadi sudah makan?” Tanya kura-kura sambil mendekati Kelinci.
“Belum… belum… belum!” jawab Kelinci Bercanda.
“Betul…. Kamu belum makan?”
“Ya sudahlah…. Kalau sampai sore ini aku belum makan, bisa-bisa sakit magku kambuh. Aku tidak ingin sakit lagi. Karena besuk kita akan lomba…. !”
“Iya… ayo cepat kita membaca buku lagi, agar kita dapat membaca dengan lancer”.
“Baiklah, kawan!”
Kelinci dan Kura-kura segera membaca buku lagi. Ia ingin lancar membaca buku. Maka setiap ada kesempatan mereka belajar membaca. Mereka tidak malu bertanya kepada kawan-kawannya yang telah pandai membaca.
Ketika mereka sedang asyik membaca, datanglah kancil dengan terengah-engah. Ia dengan bangga memegang PSP mainannya yang baru dan modern.
“Hai, kalian sedang apa?” Tanya Kancil sambil memamerkan mainannya.
“Belajar membaca buku,” jawab Kura-kura sambil tetap memegang bukunya.
“Ah, kenapa kalian harus susah-susah belajar membaca buku. Itu kuno… jadul…! Memang kalian  bisa menjadi Presiden apabila dapat membaca? Tidak, kan?”
“Walau tidak bisa menjadi Presiden, tapi kalau dapat membaca lancar tidaklah rugi. Dapat membaca pasti banyak manfaatnya!” jawab Kelinci mantap.
“Betul-betul…..betul! Belajar membaca sangat penting bagi kita, Cil! Sahut Kura-Kura.
“Ah…  dasar kalian anak-anak yang lamban, bodoh, dan lebai , membaca masalah yang kecil. Lebih baik bermain seperti mainanku ini… kita dapat mendengarkan lagu-lagu, bermain internet, bermain game…. dan aku selalu menang! “
“Cil… walaupun kita tidak menang, tetapi kalau rajin belajar… dapat membaca buku dengan lancar maka kita akan menjadi yang terbaik,” jawab Kelinci.
“Kita buktikan saja besuk dalam lomba, siapa yang menang?” jawab Kancil Ketus.
“Cil, lomba besuk itu harus teliti, tidak boleh licik, dan harus sportif. Apalagi yang menjadi panitia adalah Kanguru. Bukankah lomba besuk untuk memperingati hari Kanguru?”
“Betul…betul…betul… Cil, ucapan Kura-Kura tadi. Kanguru adalah orang yang mengajari kita membaca, menulis, dan mendidik kita. Mereka adalah kalangan professional, apalagi sekarang ini mereka telah mendapat tunjangan sertifikasi… jadi kerjanya lebih bagus….!” Sambung Kelinci.
“Lihat, saja besuk di lapangan!” ucap Kancil sambil berlalu
Setelah Kancil meninggalkan mereka, Kelinci segera belajar lagi. Demikian pula Kura-Kura.
Hari-hari yang ditunggupun tiba. Pagi hari yang cerah, lomba “Lari Teliti” siap dimulai. Semua peserta sudah siap di lapangan. Tidak ketinggalan pula Kura-Kura, Kelinci, dan Kancil. Mereka telah mempersiapkan diri untul bertanding. Sebelum lomba dimulai, Kanguru memberikan petunjuk perlombaan,”Wahai semua peserta lomba, kalian nanti dalam lomba harus teliti dan jeli. Patuhilah perintah yang ada apabila kalian ingin menjadi yang terbaik, jangan curang dan harus sprotif! Kalian siap?”
“Siap……!” jawab peserta lomba serentak.
Sebelum Kanguru mengibarkan bendera sebagai tanda mulai, Kura-kura dan Kelinci berdoa terlebih dahulu. Melihat Kedua temannya berdoa, Kancil tertawa terbahak-bahak, “Ha…ha…ha…  walau kalian berdoa dengan sungguh-sungguh, kalian pasti kalah! Kelinci, kamu pasti sudah pingsan karena capek meloncat-loncat, dan kamu kura-kura… jalanmu saja lambatnya minta ampun…. Bermimpi sajalah….!”
“Cil… dengan berusaha dan berdoa, maka kita akan menjadi yang terbaik!” jawab Kelinci tenang.
“Betul… betul…betul… hanya orang yang mau berusaha, berjuang, dengan semangat dan selalu disertai doa yang akan jadi yang terbaik!”
Tak lama kemudian Kanguru memegang bendara start, dan member aba-aba “ satu…. Dua….tiga….!”
Semua peserta berlari sesuai dengan petunjuk. Kancil berlari sekencang-kencangnya. Kura dan Kelinci juga berlari-lari dengan sekuat tenaga. Kancil telah dekat dengan tanda finish, namun ia harus mengambil amplop terlebih dahulu. Ia segera mengambil amplop itu. Ia membukanya… tetapi ia tidak bisa membaca…. Ia tampak gelisah. Ia masih melihat lembaran itu. Tibal-tiba datanglah Kelinci, kemudian disusul Kura-Kura. Mereka segera mengambil amplop yang disediakan. Dengan lincah kelinci membaca perintah dari dalam amplop itu. Kura-Kurapun membaca dengan lancar. Kelinci segera melakukan perintah itu, dan Kura-Kura juga tidak mau ketinggalan.
Melihat peserta lain sudah melakukan perintah dari amplop yang mereka terima, Kancil semakin gelisah. Ia tidak tahu apa isi perintah itu.  Dengan cepat ia lari menuju ke garis finish. Ia segera berteriak, “ hore… hore… hore… aku menang!”
Sementara itu Kelinci masih meloncat-loncat menuju garis finish sesuai perintah, dan Kura-Kura berjalan mundur sampai ke Finish. Melihat kedua temannya itu, Kancil kembali terbahak-bahak,” ha ha ha ha…. kalian memang  kawanku yang bodoh…. Lomba lari hanya meloncat-loncat, dan berjalan muncur!”
Kura-Kura dan Kelinci tidak menghiraukan ejekan Kancil. Mereka tetap semangat berlomba sesuai petunjuk hingga mencapai garis finish.
Setelah semua peserta sampai di garis finish, Kanguru segera mengumumkan sang juara. Kancil telah bersiap-siap dengan gayanya yang sok pandai di deretan paling depan. Ia tak sabar untuk menerima piala itu. Kanguru dengan lantang membacakan hasil lomba, “ Juara pertama diraih oleh Kelinci…. Juara kedua diraih oleh Kura-Kura, dan juara ketiga diraih oleh Kerbau.
Kelinci dan Kura-Kura melonjak kegirangan Dengan keras mereka mengucapkan syukur…. Alhamdulillah…..!”
 Sedangkan Kancil sangat kecewa dan menahan rasa malu. Ia yang yakin kalau dirinya menang ternyata tidak mendapat juara. Hal itu karena Kancil tidak bisa membaca perintah….. Ia mengikuti lomba dengan sombongnya tanpa berusaha, dan tanpa berdoa……………………………………………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar