JADILAH YANG TERBAIK
Oleh: Wahyuningsih Rahayu, S.Pd.,M.Pd/
Sore
itu udara terasa segar. Daun mangga
menari-nari ditiup angin. Kelinci dan kura-kura bernyanyi-nyanyi dengan
riangnya.”Kelinciku-Kelinciku, kau manis sekali. Melompat kian kemari sepanjang
hari, aku ingin menemani sepulang sekolah, bersamamu lagi menari-nari”.
“Kelinci….
Kamu tadi sudah makan?” Tanya kura-kura sambil mendekati Kelinci.
“Belum…
belum… belum!” jawab Kelinci Bercanda.
“Betul….
Kamu belum makan?”
“Ya
sudahlah…. Kalau sampai sore ini aku belum makan, bisa-bisa sakit magku kambuh.
Aku tidak ingin sakit lagi. Karena besuk kita akan lomba…. !”
“Iya…
ayo cepat kita membaca buku lagi, agar kita dapat membaca dengan lancer”.
“Baiklah,
kawan!”
Kelinci
dan Kura-kura segera membaca buku lagi. Ia ingin lancar membaca buku. Maka
setiap ada kesempatan mereka belajar membaca. Mereka tidak malu bertanya kepada
kawan-kawannya yang telah pandai membaca.
Ketika
mereka sedang asyik membaca, datanglah kancil dengan terengah-engah. Ia dengan
bangga memegang PSP mainannya yang baru dan modern.
“Hai,
kalian sedang apa?” Tanya Kancil sambil memamerkan mainannya.
“Belajar
membaca buku,” jawab Kura-kura sambil tetap memegang bukunya.
“Ah,
kenapa kalian harus susah-susah belajar membaca buku. Itu kuno… jadul…! Memang
kalian bisa menjadi Presiden apabila
dapat membaca? Tidak, kan?”
“Walau
tidak bisa menjadi Presiden, tapi kalau dapat membaca lancar tidaklah rugi.
Dapat membaca pasti banyak manfaatnya!” jawab Kelinci mantap.
“Betul-betul…..betul!
Belajar membaca sangat penting bagi kita, Cil! Sahut Kura-Kura.
“Ah…
dasar kalian anak-anak yang lamban,
bodoh, dan lebai , membaca masalah yang kecil. Lebih baik bermain seperti
mainanku ini… kita dapat mendengarkan lagu-lagu, bermain internet, bermain
game…. dan aku selalu menang! “
“Cil…
walaupun kita tidak menang, tetapi kalau rajin belajar… dapat membaca buku
dengan lancar maka kita akan menjadi yang terbaik,” jawab Kelinci.
“Kita
buktikan saja besuk dalam lomba, siapa yang menang?” jawab Kancil Ketus.
“Cil,
lomba besuk itu harus teliti, tidak boleh licik, dan harus sportif. Apalagi
yang menjadi panitia adalah Kanguru. Bukankah lomba besuk untuk memperingati
hari Kanguru?”
“Betul…betul…betul…
Cil, ucapan Kura-Kura tadi. Kanguru adalah orang yang mengajari kita membaca,
menulis, dan mendidik kita. Mereka adalah kalangan professional, apalagi
sekarang ini mereka telah mendapat tunjangan sertifikasi… jadi kerjanya lebih
bagus….!” Sambung Kelinci.
“Lihat,
saja besuk di lapangan!” ucap Kancil sambil berlalu
Setelah
Kancil meninggalkan mereka, Kelinci segera belajar lagi. Demikian pula Kura-Kura.
Hari-hari
yang ditunggupun tiba. Pagi hari yang cerah, lomba “Lari Teliti” siap dimulai.
Semua peserta sudah siap di lapangan. Tidak ketinggalan pula Kura-Kura,
Kelinci, dan Kancil. Mereka telah mempersiapkan diri untul bertanding. Sebelum
lomba dimulai, Kanguru memberikan petunjuk perlombaan,”Wahai semua peserta
lomba, kalian nanti dalam lomba harus teliti dan jeli. Patuhilah perintah yang
ada apabila kalian ingin menjadi yang terbaik, jangan curang dan harus sprotif!
Kalian siap?”
“Siap……!”
jawab peserta lomba serentak.
Sebelum
Kanguru mengibarkan bendera sebagai tanda mulai, Kura-kura dan Kelinci berdoa
terlebih dahulu. Melihat Kedua temannya berdoa, Kancil tertawa terbahak-bahak,
“Ha…ha…ha… walau kalian berdoa dengan
sungguh-sungguh, kalian pasti kalah! Kelinci, kamu pasti sudah pingsan karena
capek meloncat-loncat, dan kamu kura-kura… jalanmu saja lambatnya minta ampun….
Bermimpi sajalah….!”
“Cil…
dengan berusaha dan berdoa, maka kita akan menjadi yang terbaik!” jawab Kelinci
tenang.
“Betul…
betul…betul… hanya orang yang mau berusaha, berjuang, dengan semangat dan
selalu disertai doa yang akan jadi yang terbaik!”
Tak
lama kemudian Kanguru memegang bendara start, dan member aba-aba “ satu….
Dua….tiga….!”
Semua
peserta berlari sesuai dengan petunjuk. Kancil berlari sekencang-kencangnya.
Kura dan Kelinci juga berlari-lari dengan sekuat tenaga. Kancil telah dekat
dengan tanda finish, namun ia harus mengambil amplop terlebih dahulu. Ia segera
mengambil amplop itu. Ia membukanya… tetapi ia tidak bisa membaca…. Ia tampak
gelisah. Ia masih melihat lembaran itu. Tibal-tiba datanglah Kelinci, kemudian
disusul Kura-Kura. Mereka segera mengambil amplop yang disediakan. Dengan
lincah kelinci membaca perintah dari dalam amplop itu. Kura-Kurapun membaca
dengan lancar. Kelinci segera melakukan perintah itu, dan Kura-Kura juga tidak
mau ketinggalan.
Melihat
peserta lain sudah melakukan perintah dari amplop yang mereka terima, Kancil
semakin gelisah. Ia tidak tahu apa isi perintah itu. Dengan cepat ia lari menuju ke garis finish.
Ia segera berteriak, “ hore… hore… hore… aku menang!”
Sementara
itu Kelinci masih meloncat-loncat menuju garis finish sesuai perintah, dan
Kura-Kura berjalan mundur sampai ke Finish. Melihat kedua temannya itu, Kancil
kembali terbahak-bahak,” ha ha ha ha…. kalian memang kawanku yang bodoh…. Lomba lari hanya
meloncat-loncat, dan berjalan muncur!”
Kura-Kura
dan Kelinci tidak menghiraukan ejekan Kancil. Mereka tetap semangat berlomba
sesuai petunjuk hingga mencapai garis finish.
Setelah
semua peserta sampai di garis finish, Kanguru segera mengumumkan sang juara.
Kancil telah bersiap-siap dengan gayanya yang sok pandai di deretan paling
depan. Ia tak sabar untuk menerima piala itu. Kanguru dengan lantang membacakan
hasil lomba, “ Juara pertama diraih oleh Kelinci…. Juara kedua diraih oleh
Kura-Kura, dan juara ketiga diraih oleh Kerbau.
Kelinci
dan Kura-Kura melonjak kegirangan Dengan keras mereka mengucapkan syukur….
Alhamdulillah…..!”
Sedangkan Kancil sangat kecewa dan menahan
rasa malu. Ia yang yakin kalau dirinya menang ternyata tidak mendapat juara.
Hal itu karena Kancil tidak bisa membaca perintah….. Ia mengikuti lomba dengan sombongnya
tanpa berusaha, dan tanpa berdoa……………………………………………
Tidak ada komentar:
Posting Komentar