MAKALAH
PEMANFAATAN TANGGA
MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA LINGKUNGAN DI KELAS II SD
NEGERI BATURSARI 3
SEMESTER 1 TAHUN
PELAJARAN 2012/2013
Oleh: Suyatmi,
S.Pd.SD
ABSTRAK
Latar belakang
masalah yang dideskripsikan adalah kurangnya motivasi peserta didik
dalam pembelajaran Tematik. Penyebabnya adalah guru dalam mengajar Matematika kurang bervariasi dalam pemilihan metode dan
media sehingga peserta didik merasa malas dengan pelajaran secara tematik.
Permasalahan: “1) Bagaimanakah proses
pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik
bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema
lingkungan bagi Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun
pelajaran 2012/2013?; 2) Bagaimanakah perubahan aktivitas belajar Peserta Didik
setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran bermain tangga
manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter tema lingkungan Peserta
Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?; 3)
Bagaimanakah keefektifan pemanfaatan bermain tangga manik-manik bermuatan
nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan Peserta
Didik Kelas II A SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
Waktu penelitian
semester 1 tahun pelajaran 2012/2013, tindakan
dilakukan pembelajaran selama dua kali pertemuan yang diakhiri dengan
tes formatif. Prosedur penelitian terdiri atas: perencanaan, pelaksakaan,
pengamatan, dan refleksi. Sifat penelitian adalah penelitian tindakan kelas
yang dipaparkan dengan metode deskriptip komparatif.
Hasil penelitian
motivasi motivasi dan semangat belajar peserta didik meningkat sehingga hasil
belajar meningkat tajam terbukti dari nilai rata-rata kelas menjadi 82.7 dengan 40 peserta didik tuntas
dan 4 peserta didik masih belum tuntas.
Simpulan: Bermain media tangga manik-manik bermuatan
nilai-nilai pendidikan lebih efektif
untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Matematika materi
hubungan antarsatuan luas di kelas II SD Negeri Batursari 3
semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
Kata
kunci: Bermain Tangga Manik-Manik, Hasil Belajar, tema Lingkungan
PENDAHULUAN
Pembelajaran di Sekolah Dasar akan lebih efektif,
menarik, dan menyenangkan
apabila memanfaatkan berbagai media dan metode secara bervariasi. Pembelajaran
yang bervariasi bertujuan agar menimbulkan minat dan motivasi belajar peserta
didik terhadap semua mata pelajaran di sekolah.
Dengan motivasi belajar yang tinggi maka hasil belajar akan
berkualitas sehingga mutu pendidikan akan meningkat. Namun demikian kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar, berdasarkan pengamatan dan
informasi dari berbagai pihak masih banyak yang bersifat konvensional. Metode
yang digunakan guru dalam pembelajaran masih cenderung pada metode ceramah, dan
kurang memanfaatkan media. Oleh karena itu hasil belajar masih kurang optimal.
Pembelajaran di
sekolah dasar yang kurang menarik akan
membosankan siswa. Apalagi dalam pembelajaran di kelas II yang
menggunakan pendekatan tematik. Hampir semua guru masih melaksanakan
pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran. Apalagi pada tema-tema yang
sulit diintegrasikan. Oleh karena itu, hasil belajar siswa masih rendah apabila
guru menggunakan pendekatan tematik. Hal ini karena pembelajaran tanpa
menggunakan media dan metode yang bervariasi sehingga terkesan membosankan dan
sulit.
Berdasakan hasil evaluasi
peserta didik terhadap materi tema tempat umum, sebagian besar peserta
didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Hal ini terbukti dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan metode ceramah, dalam
teman tempat umum ternyata hasil
belajar peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah yaitu 70, hanya 15 peserta didik (34,1%) dari jumlah peserta didik sebanyak 44 siswa.
Sedangkan 29 peserta didik (65,9%) masih tidak mencapai KKM yang
ditentukan.
Rendahnya hasil
belajar peserta didik dalam pembelajaran dengan pendekatan
tematik ini, berdasarkan analisis
dan pengamatan guru kelas serta masukan dari teman sejawat, ternyata karena
peserta didik kurang termotivasi mengikuti pembelajaran dengan pendekatan tematik
tanpa media dan metode yang bervariasi. Sehingga peserta didik kurang menguasai konsep awal yang diajarkan
dalam beberapa mata pelajaran secara tematik tersebut.
Apabila peserta didik tidak menguasai konsep awal dalam tema
tertentu, maka peserta didik akan senantiasa
mengalami kesulitan untuk mengerjakan soal-soal berikutnya. Hal ini karena,
konsep pembelajaran tematik saling berkaitan antara mata pelajaran yang
satu dengan mata pelajaran yang lain dalam tema tertentu yang
berkesinambungan untuk pembelajaran selanjutnya.
Berdasarkan kondisi di atas, guru kelas
dengan mendapatkan masukan dan informasi
dari berbagai pihak menentukan model pembelajaran baru agar
motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran tematik meningkat.
Media yang dipilih adalah Tangga manik-manik. Pembelajaran dengan memanfaatkan tangga
manik-manik ini agar dapat meningkatkan
motivasi dan hasil belajar tema
lingkungan bagi peserta didik kelas II Sekolah Dasar Batursari 3. Hasil belajar peserta didik
setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini diharapkan mencapai KKM yang
ditentukan yaitu 70, serta rata-rata kelas yang dicapai meningkat dari hasil
sebelumnya. Selain itu seiring dengan program pemerintah tentang pendidikan
karakter dan budaya bangsa, maka pembelajaran ini juga diharapkan mencapai dampak
pengiring berupa penerapan nilai-nilai pendidikan karakter bagi peserta didik.
Adapun muatan karakter yang ditanamkan dalam kegiatan pembelajaran ini antara
lain: jujur, percaya diri, kerja sama, rasa
dan ingin tahu.
Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah:
1.
Bagaimanakah
proses pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter
dalam pembelajaran tema lingkungan bagi Peserta Didik Kelas II SD Negeri
Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
2.
Bagaimanakah
perubahan aktivitas belajar Peserta
Didik setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran bermain tangga
manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter tema lingkungan Peserta
Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
3.
Seberapa
besar keefektifan pemanfaatan bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter
dalam pembelajaran tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3
semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
Tujuan karya tulis ini adalah:
1. Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan
bermain tangga manik-manik bermuatan
nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tema lingkungan bagi Peserta
Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
2.
Mendeskripsikan
perubahan aktivitas belajar Peserta Didik setelah mengikuti pembelajaran dengan
metode pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan
karakter tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester
1 tahun pelajaran 2012/2013.
3.
Mendeksripsikan
keefektifan pemanfaatan bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter
dalam pembelajaran tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3
semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
E.Manfaat
Hasil
penelitian ini diharapkan bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis.
1.
Peserta Didik
Penelitian ini diharapkan memberikan
pengalaman baru bagi peserta didik untuk senantiasa belajar dan dapat
memanfaatkan media dan metode pembelajaran yang diberikan guru sehingga hasil
belajar meningkat, dan berkarakter.
2.
Guru
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
masukan pada semua guru, khususnya guru sekolah dasar untuk dapat menggunakan
media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam
pembelajaran tematik tema lingkungan sehingga dapat meningkatkan prestasi
belajar dan menanamkan nilai-nilai
pendidikan karakter pada peserta didik.
3. Sekolah
Penelitian ini diharapkan
dapat menambah wawasan baru tentang media dan metode pembelajaran yang
digunakan guru dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya dan dunia
pendidikan pada umumnya.
LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN
1.
Motivasi Belajar Siswa
Motivasi merupakan dorongan dari dalam hati untuk melaksanakan kegiatan
tertentu. John (2007:514) mendefinisikan
bahwa motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan
perilaku. Artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,
terarah, dan bertahan lama. Ada
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi belajar peserta didik. Suryabrata (1997:43) mengemukakan faktor-faktor
itu adalah faktor dari Intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor
dari dalam yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar yang berasal
dari siswa yang sedang belajar.
Faktor-faktor ini meliputi: fisiologi, kondisi psikologis, faktor kecerdasan,
bakat individu, minat individu, motivasi belajar, emosi, dan kemampuan kognitif
siswa. Faktor Ekstern ekstern adalah faktor dari luar yaitu faktor-faktor yang
berasal dari luar siswa yang mempengaruhi proses dan hasil belajar.
Faktor-faktor ini meliputi: lingkungan alami yang meliputi keadaan udara,
cuaca, waktu, tempat atau gedungnya, alat-alat yang dipakai untuk belajar
seperti alat-alat pelajaran.
Suprijono (2011: 163) mendefinisikan
bahwa motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta
didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingklah laku. Motivasi
belajar adalah proses member semangat belajar, rasa, arah, dan kegigihan perilaku.
Adapun indikator motivasi belajar menurut Hamzah dalam Suprijono (2010: 163)
meliputi: adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan kebutuhan,
adanya harapan dan cita-cita masa depan, danya kegiatan yang menarik dalam
belajar, dan adanya lingkungan belajar
dengan baik.
Sekait dengan indikator motivasi
belajar yang diantaranya adalah adanya
kegiatan yang menarik, maka model
pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan
karakter dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik di
kelas II SD Negeri Batursari 3 pada pelajaran dengan tema lingkungan.
2.Pembelajaran
Tematik di kelas SD
Dalam pembelajaran
tematik memiliki beberapa prinsip pengajaran. Depdikbud (1996:2) menjelaskan
bahwa prinsip-prinsip pengajaran Tematik adalah sebagai berikut: 1)
Keberhasilan pelajaran Tematik sangat ditentukan oleh upaya penanaman konsep
yang jelas, latihan, dan dilandasi pengertian, 2) Dalam menyajikan topik-topik
baru hendaknya dimulai dari tahapan yang paling sederhana menuju tahapan yang
kompleks, 3) Pengalaman-pengalaman sosial dan penggunaan benda-benda konkret
perlu dilakukan guru dalam membantu pemahaman anak-anak terhadap
pengertian-pengertian dalam berhitung, 4) Setiap langkah dalam pengajaran berhitung
hendaknya diusahakan melalui penyajian yang menarik, 5) Setiap anak belajar
dengan kesiapan dan kecepatannya sendiri-sendiri, tugas guru memberikan
motivasi, 6) Latihan-latihan sangat penting untuk memantapkan pengertian dan
keterampilan, dan 7) Relevansi berhitung dengan kehidupan sehari-hari perlu
ditekankan.
3.Metode Bermain
Metode yang diplih dalam penelitian ini adalah
metode bermain. Keuntungan memanfaatkan metode ini, antara lain: 1) Pengalaman
anak bukan hanya hapalan, tetapi juga pemahaman, 2) Anak terbiasa dapat
memecahkan masalah yang dihadapi dengan berdasarkan teori yang ada, 3)
Pengetahuan anak tidak mudah hilang, 4) Hasil belajar lebih bermakna bagi diri
anak dibandingkan dengan cara belajar secara konvensional, dan 5) Dalam
belajar, anak akan bervariasi sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Adapun langkah-langkah dalam metode bermain ini adalah: 1) Guru dan peserta didik
menyediakan media tangga yang terbuat dari sterofom (dapat dilihat dalam
lampiran), manik-manik warna biru, merah, dan putih, serta tempat disket; 2)
Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru cara belajar dengan bermain tangga
manik-manik (karakter: rasa ingin tahu); 3) Peserta didik mempraktikkan bermain
dengan kelompoknya yaitu: satu peserta didik membaca soal, peserta didik kedua
mengambil manik-manik sesuai dengan soal yang dibacakan, peserta didik ketiga
menulis di papan tulis, peserta didik keempat menghitung jumlah manik-manik.
Apabila jawaban benar maka kelompok tersebut menerima pin (sebagai penghargaan
kelas), dan apabila jawaban salah maka semua anggota kelompok menyanyikan lagu
yang diminta oleh peserta didik kelompok lainnya. Semua kelompok mempraktikkan
bermain tangga manik-manik (karakter yang ditanamkan: kerja sama, percaya diri,
sportif, jujur); 3) Setelah selesai bermain, peserta didik mengerjakan latihan.
Peserta didik yang sudah selesai mengerjakan latihan sebelum waktu pembahasan,;
4) Pembahasan secara klasikal; dan 5) ulangan formatif.
4.Media Tangga Manik-Manik
Media yang dipilih dalam pembelajaran ini adalah media tangga manik-manik.
Dalam tangga manik-manik ini terdiri
atas: 1) tangga terbuat dari bahan
sterofm dan stiker, 2)
manik-manik warna merah yang menunjukkan angka x 1 (satu manik-manik merah
berarti kelipatan 1), manik-manik biru yang menunjukkan angka dibagi sepuluh
atau sepersepuluh (satu manik-manik biru berarti per sepuluh dan seterusnaya),
dan manik-manik putih menunjukkan bilangan asli dari satu hingga sembilan serta
bilangan bulat, dan 3) bekas tempat disket yang digunakan untuk tempat
manik-manik dan kartu soal-soal yang
berhubungan dengan ”hubungan antar panjang”. Tempat disket dijelaskan satuan usuran dari km,
hm, dam, m, dm, cm, mm, Selain itu juga dijelaskan tentang hubungan antara
satuan ukuran lainnya.
5.Hasil Belajar Peserta didik
Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh peserta didik selama belajar.
Purwanto (2010:46) mendefinisikan bahwa hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pendidikan pada
siswa yang mengikuti proses belajar mengajar. Hasil belajar merupakan realisasi
tercapainya tujuan pendidikan, sehingga hasil belajar yang diukur sangat
tergantung kepada tujuan pendidikannya.
Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik perlu adanya evaluasi sebagai
alat untuk mengukur hasil belajar. Evaluasi menurut Purwanto (2010:47)
dimaksudkan sebagai cermin untuk melihat kembali apakah tujuan yang ditetapkan
telah tercapai dan apakah pembelajaran berlangsung efektif untuk memperoleh
hasil belajar. Senada dengan hal tersebut Arikunto (1997:274) menjelaskan bahwa
evaluasi merupakan suatu pekerjaan yang memberikan suatu feed back (umpan
balik) yang mencerminkan seberapa jauh seorang peserta didik telah mencapai
tujuan yang ditetapkan dalam pengajaran. Hasil belajar yang dimaksudkan dalam
penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Tematik
materi tema lingkungan di kelas II SD
Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 dengan model
pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan
karakter.
6.Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter/akhlak memang wajib diberikan kepada anak didik, tetapi
Pendidikan Karakter/Akhlak tidak perlu dijadikan program pengajaran yang
berdiri sendiri (Sutrisno, 2001:93-94).
Pendidikan karakter diberikan secara terintegrasi dalam semua mata
pelajaran yang diajarkan mulai dari Paud hingga perguruan tinggi. Pendidikan
karakter yang diharapkan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sekarang ini
meliputi 9 pilar, yaitu: 1) Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya (love Allah, trust, reverence,
loyalty); 2) Tanggung jawab,
Kedisiplinan dan Kemandirian (responsibility,
excellence, self reliance, discipline, orderliness); 3) Kejujuran/Amanah dan Arif (trustworthines,
honesty, and tactful); 4) Hormat dan Santun (respect,
courtesy, obedience); 5) Dermawan, Suka menolong dan
Gotong-royong/Kerjasama (love,
compassion, caring, empathy, generousity, moderation, cooperation); 6)
Percaya Diri, Kreatif dan Pekerja keras (confidence,
assertiveness, creativity, resourcefulness, courage, determination, enthusiasm);
7) Kepemim pinan dan Keadilan (justice, fairness, mercy, leadership); 8)
Baik dan Rendah Hati (kindness, friendliness, humility, modesty;
9) Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan (tolerance, flexibility, peacefulness,
unity).
Pendidikan Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan
Nasional mencakup aspek-aspek sebagai
berikut: (1) religius, (2) jujur, (3) toleran, (4) disiplin, (5) kerja keras,
(6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat
kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat
atau komunikatif, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan,
(17) peduli sosial, dan (18)tanggung jawab.
A. Kerangka Berpikir
Pemanfaatan media tangga manik-manik dengan dalam
pembelajaran tematik tema lingkungan di kelas II SD, merupakan tindakan yang dipilih untuk
mengatasi masalah sulitanya siswa
memahami pembelajaran secara tematik. Ada beberapa pendekatan yang digunakan
dalam pengajaran secara tematik. Menurut Mulyono (1999:155) ada empat pendekatan
yang paling berpengaruh dalam pengajaran secara tematik, yaitu: “(1) urutan
belajar yang bersifat perkembangan, (2) belajar tuntas, (3) strategi belajar,
dan (4) pemecahan masalah. Berdasarkan pendekatan tersebut, dalam penelitian
ini dititikberatkan pada belajar tuntas dan strategi belajar untuk pemecahan
masalah yang dihadapi siswa.
C.Hipotesis Tindakan
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian inin
adalah: 1) proses
pembelajaran dengan bermain tangga manik-manik
bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tema lingkungan bagi Peserta Didik
Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013; 2) terjadi
perubahan aktivitas belajar Peserta Didik setelah mengikuti pembelajaran dengan
metode pembelajaran bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan
karakter tema lingkungan Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester
1 tahun pelajaran 2012/2013; dan 3) pemanfaatan bermain tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter
efektif untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tema lingkungan
Peserta Didik Kelas II SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran
2012/2013.
METODE PENELITIAN
A. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester
1 tahun pelajaran 2012/2013. Dalam mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa
Indonesia secara tematik dalam tema lingkungan di kelas II SDN Batursari 3.
B.Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini dilakukan di kelas II SD
Negeri Batursari 3 Kecamatan Mranggen dengan jumlah peserta didik 44 siswa. Peneliti selama melakukan penelitian
sebagai guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan dibantu oleh teman sejawat
sebagai pengamat.
C.Subjek Penelitian
Subyek penelitian adalah peserta didik
kelas II SDN Batursari 3 tahun pelajaran 2012/2013 yang
jumlahnya sebanyak 44 siswa, yang terdiri atas 27 peserta didik perempuan dan 17 peserta didik laki-laki.
Subjek penelitian ini berasal dari latar belakang keluarga
yang tidak sama. Pekerjaan orang tua peserta didik terdiri atas buruh, pedagang, dan pegawai swasta. Usia mereka rata-rata 6-8 tahun.
D. Instrumen dan Alat Pengumpulan Data
Sumber data dari penelitian ini
diperoleh dari: (1) Daftar nilai, 2) Perangkat pembelajaran yang dibuat guru,
(3) Buku sumber pelajaran, dan (4) Hasil observasi, saran dari observer yang
dilakukan sebelum, selama, dan sesudah tindakan penelitian, dan 5) dokumentasi
selama tindakan diberikan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan
data berbentuk tes dan observasi. Tes
digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik selama
kegiatan pembelajaran Matematika materi hubungan antarsatuan luas. Lembar observasi digunakan untuk menilai
keaktifan dan perubahan tingkah laku peserta didik yang berkaitan erat dengan
motivasi belajar dalam pembelajaran Matematika selama kegiatan dilakukan.
Alat pengumpulan data tergantung pada teknik yang digunakan. Teknik tes, alatnya dapat berbentuk butir
soal tes. Butir soal tes ini berupa tes isian singkat yang terdiri atas 10
soal. Teknik non tes, alatnya dapat
berbentuk pedoman dan lembar observasi.
E. Validasi Instrumen
Dari sejumlah instrumen yang digunakan harus memiliki validitas yang
handal. Menurut Suharsimi yang dimaksud dengan validitas adalah “suatu ukuran
yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalitan atau kesahihan sesuatu instrumen
(1987:136).
Dalam penelitian ini menggunakan validitas teman sejawat, yakni teman
sejawat yang menganalisis dan mengoreksi soal-soal yang telah disusun peneliti
sebelum digunakan dalam penelitian. Adapun hasil dari validasi teman sejawat
menyatakan bahwa soal-soal sesuai untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dalam
materi mengidentifikasi hubungan antarsatuan luas bangun datar.
F.Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis
hasil dari observasi, tindakan dan dokumentasi untuk meningkatkan pemahaman penelitian
terhadap kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain.
Kegiatan analisis merupakan refleksi dari data sebelum tindakan dan hasil selama
dan setelah tindakan.
Analisis data dalam penelitian ini
disajikan dalam bentuk analisis kualitatif dengan metode pemaparan secara
deskriptip komparatif, yakni mendeksripsikan semua temuan dalam penelitian
disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisis secara sederhana
(persentase).
G.Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini dalam bentuk hasil belajar
peserta didik khusus pada pemahaman terhadap hubungan antar satuanluas. Adapun
indikator kinerja tersebut adalah: (1) Adanya peningkatan perolehan nilai
rata-rata ulangan harian dari 58.4 menjadi minimal 70, (2) Adanya tingkat
kelulusan KKM dari yang lulus KKM sebanyak
15 (34,1%) menjadi sedikitnya 35 siswa (79,5 %),
(3)Peningkatan peran aktif dan motivasi siswa dalam pembelajaran tematik tema
lingkungan.
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini menurut Arikunto (2007: 16) dapat digambarkan sebagai
berikut:
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA
A.
Hasil Penelitian
1. Deskripsi
Kondisi Awal
Peserta didik
masih sulit dalam pembelajaran secara tematik. Hasil evaluasi peserta didik terhadap materi tema tempat
umum, sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal.
Hal ini terbukti dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan metode
ceramah, dalam teman tempat umum ternyata hasil belajar peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan sekolah yaitu 70, hanya 15 peserta didik (34,1%) dari jumlah peserta didik sebanyak 44 siswa.
Sedangkan 29 peserta didik (65,9%) masih tidak mencapai KKM yang
ditentukan.
2. Deskripsi Siklus 1
a.
Proses Pembelajaran Siklus 1
1)
Persiapan
Tindakan
Berdasarkan identifikasi
permasalahan yang telah dideskripsikan, peneliti menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) yang dilaksanakan di kelas II SD Negeri Batursari 3,
yaitu: Guru mendesain program
pembelajaran dengan langkah-langkah: 1) Menentukan standar kompetensi; 2) Menentukan kompetensi dasar; 3) Menentukan
indikator; 4) Menentukan tujuan yang
hendak dicapai, 5) Menentukan nilai-nilai karakter yang akan ditanamkan, yaitu
nilai jujur, percaya diri, kerja sama, dan menghargai prestasi; 6) Menentukan
materi yang disesuaikan dengan tujuan
yang akan dicapai; 7) Menentukan media yang relevan yaitu tangga manik-manik;
8) Menentukan metode yang akan digunakan untuk menyampaikan pembelajaran yaitu
metode bermain; dan 9) Menentukan alat evaluasi.
Setelah RPP disusun, maka kegiatan
selanjutnya adalah menyiapkan media yang akan digunakan dalam penelitian yaitu
tangga manik-manik. Tangga dibuat dari steroform dan
dilapisi stiker. Setelah itu bekas tempat disket disiapkan dan ditempeli
tulisan dari kertas yang terdiri atas: km, hm, dam, m, dm, cm, mm. Sedangkan
tulisan untuk setelah kegiatan bermain dengan satuan km, hm, dam, m, dm, cm, mm
selesai. Selain itu juga menyiapkan kartu soal-soal untuk bermain dan lembar
kerja.
2)
Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan penelitian ini dilakukan di dalam
kelas oleh guru kelas sebagai peneliti dan teman sejawat untuk berkolaborasi.
Pembelajaran pertemuan 1 dengan langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan
adalah sebagai berikut:1) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan; 2)
Guru menyiapkan media yang dibutuhkan; 3) Peserta didik menuju kelompoknya
masing-masing kelompok besar ( 5-6 siswa); 4) Peserta didik memperhatikan
demonstrasi guru cara bermain tangga manik-manik (nilai karakter: rasa ingin
tahu); 5) Peserta didik mengambil undian untuk bermain bersama kelompoknya
(nilai karakter: kerja sama, komunikatif, sportif); 6) Kelompok peserta didik
mempraktikkan permainan. Bila jawaban dari permainan benar maka kelompok
peserta didik akan menerima bintang penghargaan, dan bila salah maka kelompok
peserta didik harus menyanyikan lagu dolanan sesuai dengan permintaan peserta
didik lainnya, (nilai karakter :komunikatif, sportif, percaya diri); 7) Setelah semua kelompok selesai bermain,
peserta didik mengerjakan latihan secara individu (nilai karakter: sportif); 8)
Apabila peserta didik telah selesai sebelum waktu pembahasan secara klasikal
dengan cara dikte; 9) Pembahasan hasil
latihan secara klasikal (nilai karakter: menghargai prestasi); 10) Refleksi
dan Kesimpulan; dan 11) Siswa
mengerjakan tes ulangan harian.
b.
Perubahan
Perilaku Belajar Peserta Didik
Hasil pengamatan
peningkatan motivasi belajar peserta
didik dalam pembelajaran tema lingkungan dalam mata pelajaran Matematika, IPS,
dan Bahasa Indonesia ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Pengamatan Proses Pembelajaran
|
No
|
Aspek
Yang Diobservasi
|
Kemunculan
|
Komentar
|
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
|
1
|
Peran Aktif
peserta didik dalam pembelajaran
|
V
|
|
Baik
|
|
2
|
Daya tarik
peserta didik terhadap alat peraga
|
V
|
|
Baik
|
|
3
|
Motivasi peserta
didik terhadap metode yang digunakan guru
|
V
|
|
Baik
|
|
4
|
Antusias peserta
didik dalam mempraktikkan permainan
|
V
|
|
Baik
|
|
5
|
Antusias peserta
didik dalam menyelesaikan LKS
|
V
|
|
Baik
|
|
6
|
Ketepatan peserta
didik dalam mengerjakan permainan
|
V
|
|
Baik
|
|
7
|
Kecepatan peserta
didik dalam menyelesaikan LKS
|
V
|
|
Baik
|
|
8
|
Semangat peserta
didik dalam menyelesaikan soal latihan
|
V
|
|
Baik
|
|
9
|
Kecepatan peserta
didik dalam mengerjakan soal
|
V
|
|
Baik
|
|
10
|
Hasil nilai evaluasi
|
V
|
|
Baik
|
Berdasarkan
hasil pengamatan tersebut dapat dikataakan bahwa peran aktif peserta didik
dalam pembelajaran meningkat, motivasi peserta didik dalam pembelajaran tema
lingkungan meningkat, antusias peserta didik dalam mengerjakan latihan
meningkat, semangat mengerjakan tugas meningkat dan hasil belajar peserta didik
meningkat tajam.
c.
Peningkatan
Hasil Belajar Siklus 1
Kegiatan pembelajaran siklus 1 lebih difokuskan pada tema
lingkungan. Setelah tindakan pada pertemuan
kedua dilakukan, diadakan tes formatif. Adapun tes formatif yang
diberikan guru berupa soal-soal yang telah disiapkan dan divalidasi oleh teman sejawat terlebih dahulu sebanyak 10 soal. Dari data tersebut apabila disusun dalam
bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212)
hasilnya sebagai berikut:
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Siswa
|
Persentase (%)
|
|
1
|
41 – 50
|
3
|
6,8
|
|
2
|
51 – 60
|
5
|
11,36
|
|
3
|
61 – 70
|
4
|
9,09
|
|
4
|
71 – 80
|
17
|
38,64
|
|
5
|
81 – 90
|
12
|
27,27
|
|
6
|
91- 100
|
3
|
6,8
|
|
JUMLAH
|
44
|
100
|
|
Hasil ulangan menunjukan dari 44 peserta didik yang tuntas KKM sebanyak 36 peserta didik (81,81%) siswa, dan 8 peserta didik (18,18%) masih belum tuntas. Rata-rata kelas pada
siklus 1 sebesar, dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50. Rata-rata kelas sebesar 78,86.
d.
Refleksi Siklus 1
Kegiatan pembelajaran menurut masukan dari teman
sejawat dan berdasarkan analisis dari peneliti masih belum optimal. Kekurangan dari pembelajaran ini adalah
masih ada 8 peserta didik yang belum tuntas. Peserta
didik masih ragu dalam mengerjakan lembar kerja, dan kerja sama kurang kompak.
Adapun kelebihannya adalah prestasi belajar
peserta didik meningkat tajam dari rata-rata kelas 67,5 menjadi 78,86, peserta didik yang mencapai KKm
menjadi 81,81 (40 peserta didik) peserta
didik lebih
tertarik dalam bermain.
3. Deskripsi Siklus 2
a. Proses Pembelajaran
Siklus 2
1)Persiapan
Tindakan
Berdasarkan refleksi yang telah
dideskripsikan serta analisis hasil belajar pada pembelajaran siklus 1, disusun
Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran dengan langkah seperti pembelajaran siklus 1, dengan materi dan teknik yang kurang dalam
pembelajaran siklus 1 disempurnakan, yaitu fokus permainan pada satuan ukuran panjang
dengan kelompok kecil. Media yang digunakan tetap yakni tangga manik-manik
sehingga guru tidak perlu membuat media lagi, hanya saja langkah
pembelajarannya lebih diefektifkan.
2) Proses Pelaskanaan Tindakan
Prosedur tindakan yang dilakukan pembelajaran siklus
2 untuk memperbaiki pembelajaran
yang dilakukan pada pembelajaran siklus 1, terdiri atas dua kali pertemuan. Adapun langkah-langkah
pembelajaran pada pembelajaran pertemuan 2 ini adalah: 1) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan;
2) Guru menyiapkan media yang dibutuhkan; 3) Peserta didik menuju kelompoknya
masing-masing kelompok kecil ( 2-3 siswa); 4) Peserta didik memperhatikan
demonstrasi guru cara bermain tangga manik-manik (nilai karakter: rasa ingin
tahu); 5) Peserta didik mengambil undian untuk bermain bersama kelompoknya
(nilai karakter: kerja sama, komunikatif, sportif); 6) Kelompok peserta didik
mempraktikkan permainan, untuk mengecek jawaban peserta didik benar atau belum.
Bila jawaban dari permainan benar maka kelompok peserta didik akan menerima
bintang penghargaan, dan bila salah maka kelompok peserta didik harus
menyanyikan lagu dolanan sesuai dengan permintaan peserta didik lainnya, (nilai
karakter :komunikatif, sportif, percaya diri);
7) Setelah semua kelompok selesai bermain, peserta didik mengerjakan
latihan secara individu dengan dikte
(nilai karakter: sportif); 8) Pembahasan hasil latihan secara klasikal (nilai
karakter: menghargai prestasi); 9) Refleksi dan
Kesimpulan; dan 10) Siswa mengerjakan tes formatif. Pembelajaran
pada pembelajaran pertemuan 2 diakhiri dengan tes formatif pada akhir pertemuan
kedua. Hasilnya dikoreksi dan dianalisis oleh guru setelah kegiatan
pembelajaran selesai.
a.
Perubahan
Perilaku Belajar Pesert Didik
Hasil pengamatan peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran tema
lingkungan dalam mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia ini
adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Pengamatan Proses Pembelajaran
|
No
|
Aspek
Yang Diobservasi
|
Kemunculan
|
Komentar
|
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
|
1
|
Peran Aktif
peserta didik dalam pembelajaran
|
V
|
|
Baik sekali
|
|
2
|
Daya tarik
peserta didik terhadap alat peraga
|
V
|
|
Baik
|
|
3
|
Motivasi peserta
didik terhadap metode yang digunakan guru
|
V
|
|
Baik sekali
|
|
4
|
Antusias peserta
didik dalam mempraktikkan permainan
|
V
|
|
Baik
|
|
5
|
Antusias peserta
didik dalam menyelesaikan LKS
|
V
|
|
Baik sekali
|
|
6
|
Ketepatan peserta
didik dalam mengerjakan permainan
|
V
|
|
Baik
|
|
7
|
Kecepatan peserta
didik dalam menyelesaikan LKS
|
V
|
|
Baik sekali
|
|
8
|
Semangat peserta
didik dalam menyelesaikan soal latihan
|
V
|
|
Baik
|
|
9
|
Kecepatan peserta
didik dalam mengerjakan soal
|
V
|
|
Baik
|
|
10
|
Hasil nilai evaluasi
|
V
|
|
Baik sekali
|
Berdasarkan
hasil pengamatan tersebut dapat dikataakan bahwa peran aktif peserta didik
dalam pembelajaran meningkat, motivasi peserta didik dalam pembelajaran meningkat,
antusias peserta didik dalam mengerjakan latihan meningkat, semangat
mengerjakan tugas meningkat dan hasil belajar peserta didik meningkat tajam.
Kegiatan pembelajaran pada siklus 2 lebih difokuskan pada tema lingkungan. Setelah tindakan pada pertemuan kedua dilakukan, diadakan tes formatif. Adapun tes formatif yang diberikan guru berupa soal-soal yang telah disiapkan dan divalidasi oleh teman sejawat terlebih dahulu sebanyak 10 soal. Data nilai hasil belajar tema lingkungan apabila disusun dalam bentuk distribusi frekuensi
menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 3.2 Hasil Nilai Tes
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Siswa
|
Persentase (%)
|
|
1
|
41 – 50
|
1
|
2.3
|
|
2
|
51 – 60
|
3
|
6.8
|
|
3
|
61 – 70
|
9
|
20.5
|
|
4
|
71 – 80
|
5
|
11.4
|
|
5
|
81 – 90
|
17
|
38.6
|
|
6
|
91- 100
|
9
|
20.5
|
|
JUMLAH
|
44
|
100
|
|
Berdasarkan pada penyajian tabel nilai peserta didik tersebut, dapat dipaparkan hasil ulangan menunjukan dari 44 peserta didik yang tuntas KKM sebanyak 40 peserta didik
(90,9%) siswa, dan 4 peserta didik (9.1%) masih belum tuntas. Rata-rata kelas
pada siklus 2 sebesar 82.7, dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50.
d.
Refleksi Siklus 2
Kegiatan pembelajaran menurut masukan dari teman
sejawat dan berdasarkan analisis dari peneliti sudah berjalan dengan optimal.
Kekurangan dari pembelajaran ini adalah masih ada 4 peserta didik yang belum tuntas. Namun
demikian 4 peserta didik mendapat
bantuan bimbingan berlajar dari teman anggota kelompoknya sampai dapat meraih
nilai sesuai KKM dalam ulangan remidi.
Adapun kelebihannya adalah prestasi belajar
peserta didik meningkat tajam darib rata-rata kelas 76,78 menjadi 82,7, siswa yang mencapai KKm menjadi
90,9% (40 peserta didik) peserta
didik lebih
tertarik dalam bermain, dan peserta didik dapat menyelesaikan latihan serta tes
formatif dengan waktu yang lebih cepat dari pada siklus 1.
B.Pembahasan Hasil Penelitian
Setelah tindakan diberikan maka hasil tes formatif
dianalisis berdasarkan bagan alur yang dipilih dalam penelitian, yakni
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dari data
hasil penelitian yang dilaksanakan
dapat dianalisis dan dideskripsikan dalam pemaparan berikut ini.
Pembelajaran dengan memanfaatkan media tangga manik-manik di kelas II SD Batursari 3, dengan materi tema lingkungan
menunjukkan hasil belajar yang lebih efektif. Dengan melihat perkembangan nilai
peserta didik dalam tabel perkembangan dan histogram tersebut di atas dapat
dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari motivasi dan hasil belajar
peserta didik antara kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebelumnya yaitu
pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah dan latihan soal, dengan pembelajaran
setelah dikenai tindakan (pemanfaatan media tangga manik-manik bermuatan
nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik di kelas II
SD Batursari 3.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam pemanfaatan media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai
pendidikan karakter dalam pembelajaran
tematik kelas II SD Batursari 3
semester 1 tahun pelajaran 2012/2013, khususnya
mata pelajaran Matematika, IPS dan Bahasa Indonesia prestasi belajar peserta didik meningkat. Melalui perbandingan nilai
rata-rata, pada nilai sebelum tindakan, siklus 1 dan siklus ke 2, yaitu
58.4, 78,76 dan 82. Pembelajaran ini
bernilai positif, artinya dengan media
tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dapat
dijadikan sarana efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar
materi tema lingkungan yang berkaitan
dengan mata pelajaran Matematika, IPS,
dan Bahasa Indonesia di kelas II SD
Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
Pemanfaatan media tangga manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan
karakter dengan, dalam pembelajaran ini yang dilakukan, terlihat bahwa peserta
didik belajar dengan antusias dan semangat yang tinggi, sehingga konsep tema
lingkungan yang ditanamkan mencapai sasaran. Selain peningkatan motivasi dan
hasil belajar peserta didik, juga dapat
menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter
tentang kerja sama, sportif, rasa ingin tahu, percaya diri, komunikatif,
dan menghargai prestasi teman.
Dengan pemanfaatan media ini, ternyata dapat menarik perhatian peserta
didik. Peserta didik yang biasanya perhatiannya kurang, tampak menjadi lebih
antusias pada pembelajaran ini. Demikian pula peserta didik yang sudah mulai
jenuh dengan pembelajaran yang monoton dan tidak bervariasi, kembali lebih
berkonsentrasi dan motivasi belajar peserta didik meningkat dalam
pembelajaran bermain tangga manik-manik. Hal ini senada
dengan manfaat dari penggunaan media
pembelajaran ini, menurut Hamalik (1994 : 108) antara lain adalah : 1) menarik
minat, 2) memberi gambaran yang jelas,
3) mempunyai tinjauan yang luas dan 4) mendorong kreativitas peserta didik.
Dengan adanya keuntungan-keuntungan dari pemanfaatan media tangga
manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dengan, maka hipotesis
yang dikemukakan diterima, yakni pembelajaran dengan memanfaatkan media tangga
manik-manik bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dengan terbukti dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran tema lingkungan dalam mata pelajaran
Matematika, IPS, dan bahasa Indonesiadi kelas II SD Negeri Batursari 3, semester 1 tahun pelajaran
2012/2013.
SIMPULAN DAN
SARAN
A.Simpulan
Simpulan
dalam penelitian ini: langkah-langkah pembelajaran dengan metode bermain tangga
manic-mani bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dapat diterapkan dalam
pembelajaran kompetensi dasar lainnya yang berhubungan dengan aspek pengetahuan
dan pemahaman baik dalam pelajaran IPS, Matematika, Bahasa Indonesia maupun
pelajaran lainnya, pembelajaran dengan bermain tangga manic-manik dapat
diterapkan untuk meningkatkan aktivitas belajar selain disiplin, kekatifan,
kecepatan, dan lain-lain, dan pembelajaran dengan metode bermain tangga
manic-manik dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran
selain IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia dan kompetensi dasar lainnya yang
berkaitan dengan pemahaman materi,
dengan desain materi kartu permainan dan materi kuis interaktif yang
disesuaikan.
B.
Saran
Untuk mengintensifkan pemanfaatan metode bermain
tangga manic-manik dalam pembelajaran dapat disarankan sebagai berikut:
kepada Kepala Sekolah supaya lebih banyak memberikan motivasi kepada guru dalam
kegiatan belajar dan mengajar agar memanfaatkan metode yang bervariasi,
khususnya bermain tangga manic-manik dengan mendesain kartu permainan dan
materi kuis yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai, kepada Guru
supaya meningkatkan kemampuannya dalam kegiatan pembelajaran dan meningkatkan
keaktifan dalam pembelajaran di antaranya dengan memanfaatkan metode bermain tangga
manic-manik dalam pembelajaran tematik khususnya dan mata pelajaran lainnya
dengan mendesain media yang disesuaikan
dengan kompetensi dasar yang akan dicapai, dan peserta didik agar meningkatkan
aktivitas dan hasil belajarnya dengan belajar giat dan memanfaatkan teknologi
komunikasi dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Bhakti Utama. 2010. Jurnal Pendidikan Volume 3 No. 4. Surakarta: Bhakti Utama.
Bruce, Joyce. Marsha, Weil. Emily,
Calhoun. 2009. Models of Teaching.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dinas Pendidikan. 2010. Dikdaktika Jurnal Kependidikan. Semarang: Dinas Pendidikan Jateng.
Gafur, Abdul. 1989. Media Pembelajaran. Jakarta.
Hamalik, Oemar. 1994. Media pendidikan. Bandung: Citra Adi
Karya.
Khafid, M. Suyati. 2007. Pelajaran
Matematika Kelas VI. Jakarta: Erlangga.
Koesoema,
Doni. 2010. Pendidikan Karakter Startegi
Mendidik Anak di Zaman Global.Jakarta: Grafindo
Mudhofir. 1986. Teknologi Instruksional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pedagogik. 2010. Jurnal Pendidikan
Dasar dan Menengah. Semarang: Laborataorium Baca Tulis Unnes.
Sudjana, Nana. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.
Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar