PENINGKATAN AKTIVITAS DAN
HASIL BELAJAR MATERI MENGENAL UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR MELALUI
PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA BANGUN DATAR
DAN METODE DISKUSI DI KELAS II SDN BATURSARI 3 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN
2013/2014
Oleh:
TINGGA DIGDA
Abstrak
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan
aktivitas dan hasil belajar Matematika materi Mengenal Sudut Bangun datar dengan pembelajaran yang
memanfaatkan media bangun datar dan metode drill di kelas II SD Batursari 3
semester 2 tahun pelajaran 2013/2014?
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil
belajar Matematika dengan memanfaatkan metode drill dan media bangun datar bagi siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Batursari
3 tahun 2013/2014 pada materi Mengenal sudut bangun datar. Selain itu juga
untuk meningkatkan kemampuan dan aktivitas
belajar siswa dalam pembelajaran Matematika. Adapun tujuan perbaikan
pembelajaran bagi guru yakni untuk meningkatkan kinerja dan kompetensinya.
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama dua
siklus, dengan perbaikan pembelajaran dengan memanfaatkan media bangun datar
dan metode drill Analisis data menggunakan deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan
pembelajarann dengan memanfaatkan media bangun datar dan metode drill dalam
pembelajaran Matematika materi mengenal
sudut bangun datar. Siklus satu menunjukkan rata-rata nilai 70,71 dengan
peserta didik yang tuntas menjadi 31 dan masih ada 8 peserta didik yang belum
mencapai KKM. Siklus 2 menunjukkan
adanya peningkatan dari pada siklus 1, yaitu rata-rata kelas menjadi 80,87,
yang mencapai KKM sebanyak 39 peserta didik. Tidak ada peserta didik yang belum
tuntas.
Simpulan dalam penelitian ini adalah Pemanfaatan metode drill dan macam-macam bangun datar dalam materi mengenal sudut bangun datar dalam
pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika materi tentang hitung mengenal sudut bangun
datar di kelas II Semester 2
SD Negeri Batursari 3 tahun pembelajaran 2013/2014.
Kata kunci: Peningkatan aktivitas dan hasil belajar, media
bangun datar, dan metode drill.
PENDAHULUAN
Pembelajaran yang efektif dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan
hasil belajar siswa. Pembelajaran efektif ini hendaknya memanfaatkan media dan
metode yang bervariasi sehingga mampu meningkatkan motivasi siswa untuk belajar
dengan baik untuk semua mata pelajaran. Pembelajaran diharapkan dapat
mengkondisikan anak didik untuk menguasahi aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Yang terjadi saat ini, pembelajaran lebih menitik beratkan pada
aspek kognitif saja, sehingga siswa kurang tertarik dan malas belajar.
Pelajaran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa, hal ini terbukti
dengan hasil belajar Matematika yang cenderung menurun. Apalagi apabila cara
penyampaian guru cenderung dengan metode ceramah saja dan tanpa memanfaatkana
media pembelajaran. Berdasarkan pengamatan dan analisis peneliti, anak didik
sebagian besar malas untuk mengulangi dan mengerjakan latihan dalam materi
pelajaran Matematika. Selain itu hasil
belajar anak didik juga cenderung lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai
mata pelajaran lainnya. Berdasarkan ulangan yang peneliti laksanakan pada
semeter dua tahun pembelajaran 2013/2014 di kelas II SD Negeri Batursari 3,
dengan pokok materi “Mengenal sudut bangun datar” menunjukkan bahwa hanya 14 anak (36%) yang mencapai tingkat ketuntasan
belajar dan masih 64% dari 39 siswa yang belum tuntas. Tingkat ketuntasan
belajar anak di SD Negeri Batursari 3 berdasarkan KKM (Kriteria Ketuntasan
Minimal) yang ditentukan, yakni 70.
Berdasarkan penngamatan dan kondisi lapangan tersebut, seorang guru hendaknya menciptakan kegiatan
pembelajaran yang dapat menarik minat dan aktivitas peserta didik dalam belajar Matematika. Untuk
meningkatkan aktivitas, perlu upaya guru menciptakan pembelajaran yang aktif,
efektif, dan menyenangkan bagi peserta didik. Oleh karena itu pemilihan metode
yang relevan akan membantu keberhasilan usaha guru. Maka pemilihan metode yang
menyenangkan bagi peserta didik merupakan cara mengatasi permasalahan yang
dapat di gunakan guru untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu metode
yang dapat digunakan dalam pembelajaran Matematika adalah metode drill dan
media bangun datar dan metode drill.
Metode drill merupakan teknik penyampaian materi pelajaran dengan cara
merupakan cara penyampaian materi dengan menunjukkan teknik-teknik tertentu
secara kelompok maupun klasikal kemudian diulang-ulang secara sistematis dengan
menggunakan media yang relevan yaitu bangun datar.
Penggunaan media
benda-benda bangun datar dan metode drill akan diterapkan secara variasi dalam
bentuk pembelajaran Matematika di kelas II SD Negeri Batursari 3 melalui
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama beberapa pertemuan,
dan dibagi dalam dua siklus. Kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan Media bangun
datar dan metode drill ini merupakan
tindak lanjut perbaikan pembelajaran yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan
pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Matematika.
Perumusan Masalah
Berdasarkan deskripsi
dalam identifikasi dan analisis masalah di atas maka peneliti merumuskan
permasalahan yang difokuskan dalam penelitian tindakan kelas. Adapun
permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Bagaimanakah peningkatan aktivitas dan hasil belajar Matematika materi Mengenal
Sudut Bangun datar dengan pembelajaran
yang memanfaatkan media bangun datar dan metode drill di kelas II SD Batursari
3 semester 2 tahun pelajaran 2013/2014?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar Matematika dengan
memanfaatkan metode drill dan media
bangun datar bagi siswa kelas II Sekolah
Dasar Negeri Batursari 3 tahun 2013/2014 pada materi Mengenal sudut bangun
datar. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Matematika. Adapun tujuan perbaikan
pembelajaran bagi guru yakni untuk meningkatkan kinerja dan kompetensinya.
LANDASAN TEORETIS
DAN HIPOTESIS
Pembelajaran
Model pembelajaran didefinisikan
dengan berbagai pengertian oleh beberapa ahli. Joyce (2011:7) mendefinisikan
model pembelajaran adalah rancangan pembelajaran yang membantu peserta didik
memperoleh informasi, gagasan, skill, nilai, cara berpikir, dan tujuan
mengkespresikan diri mereka sendiri, serta mengajari mereka untuk belajar. Peran
guru dalam pembelajaran adalah mencetak para pembelajar yang handal (powerful learners). Model pembelajaran
yang akan dikembangkan ini meliputi: skenario pembelajaran, sintaks, sistem
sosial, sistem pendukung, dampak instruksional, dan dampak pengiring.
Pembelajaran merupakan
kegiatan bertemu muka dengan siswa dalam rangka belajar dan mengajar. Tim Mata Kuliah Dasar Khusus (MKDK) IKIP
Semarang (1992:15) menjelaskan bahwa pembelajaran adalah usaha sadar yang dilakukan oleh guru untuk
membantu siswa atau anak didik agar mereka dapat belajar sesuai dengan
kebutuhan dan minatnya. Guru berfungsi sebagai fasilitator, yaitu orang yang
menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung agar siswa dapat
mewujudkan kemampuan belajarnya. Sedangkan belajar pada dasarnya merupakan
aktifitas yang secara sadar dilakukan siswa. The Liang Gie menyatakan bahwa
belajar adalah segenap rangkaian atau aktivitas yang dilakukan secara sadar
oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dirinya, berupa penambahan atau kemahiran
yang sifatnya sedikit banyak permanen. (Liang Gie, 1982; 61).
Berdasarkan
pernyataan di atas maka peneliti merumuskan pembelajaran adalah suatu usaha
yang dilakukan oleh seorang guru untuk dapat menciptakan kegiatan belajar
mengajar bagi siswa. Sedangkan belajar merupakan kegiatan peserta didik untuk
dapat mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih berkualitas. Dalam penelitian
ini pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran Matematika dengan materi
mengenal sudut-sudut bangun datar di kelas II
Sekolah Dasar Batursari 3.
Pembelajaran Matematika
Pembelajaran di
sekolah dilakukan guru dalam berbagai mata pelajaran sesuai dengan kurikulum
yang digunakannya. Hampir setiap lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar
hingga perguruan tinggi, memuat pelajaran Matematika. Menurut Johnson dan
Myklebust (1967: 244) dalam Mulyono (1999: 252) Matematika adalah bahasa
simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekpresikan hubungan-hubungan
kuantitatif dan keuangan sedangkan teoritisnya adalah untuk memudahkan
berpikir. Ada beberapa alasan perlunya siswa belajar Matematika menurut
penuturan Conelius dalam Mulyono (1999: 252), yaitu: (1) sarana berpikir yang
jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan kehidupan sehari-hari, (3) sarana
mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk
mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan perkembangan
budaya.
Berdasarkan
prinsip di atas, maka pembelajaran Matematika khususnya Materi mengenal sudut
bangun datar , perlu adanya media yang bervariasi, dan metode yang menarik untuk menanamkan konsep
terhadap diri peserta didik.
Hasil Belajar
Hasil belajar siswa dapat dikatakan sebagai
prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang diperoleh siswa
selama belajar. Syaifuddin (1996:164) mendefinisikan prestasi belajar dengan,
Perolehan pengetahuan dan kecakapan baru yang dapat dioperasikan dalam bentuk
indikator berupa nilai raport, indeks prestasi, angka kelulusan, predikat
keberhasilan dan semacamnya.
Untuk mengetahui prestasi belajar siswa
perlu adanya evaluasi sebagai alat untuk mengukur hasil belajar. Pemberian
nilai menurut Suharsismi (1997: 274) merupakan suatu pekerjaan yang memberikan
suatu feed back (umpan balik) yang mencerminkan seberapa jauh seorang siswa
telah mencapai tujuan yang ditetapkan dalam pengajaran atau sistem
instruksional.
Prestasi belajar yang dimaksudkan dalam
penelitian ini adalah hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika
khususnya pada materi mengenal sudut-sudut bangun datar.
Metode Belajar
Metode adalah cara yang telah diatur dan
terpikir untuk mencapai tujuan. B.
Simanjutak (1983:13) menyatakan bahwa metode adalah cara yang sistematis yang
digunakan untuk mencapai tujuan. Metode belajar yang akan dibahas dalam
penelitian ini adalah Metode drill.
Menurut Djamarah
(2006) metode drill ialah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau
mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang
sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan yang sering disertai dengan
penjelasan lisan. Dengan metode drill, proses penerimaan siswa terhadap
pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian
dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang
diperhatikan selama pelajaran berlangsung.
Metode drill baik
yang digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang
berhubungan dengan proses mengatur suatu proses membuat suatu proses bekerjanya
suatu, proses pengerjaan atau menggunakannya. Komponen-komponen yang membentuk
sesuatu, membandingkan sesuatu cara dengan cara dan mengetahui atau melihat
kebenaran sesuatu.
Metode
drill mempunyai kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut :
a. Kelebihan Metode Drill
·
Dapat
membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit, sehingga menghindari
verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat)
·
Siswa
lebih mudah memahami apa yang dipelajari
·
Proses
pengajaran lebih menarik
·
Siswa
ditantang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan,
dan mencoba melakukannya sendiri
b. Kekurangan Metode Drill
·
Memerlukan
keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, pelaksanaan
drill akan tidak efektif.
·
Fasilitas
seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tak selalu tersedia dengan
baik.
·
Memerlukan
kesiapan dan perencanaan yang matang di samping waktu yang cukup panjang
·
(Djamarah,
2006 : 90 – 91).
Dalam penelitian ini dipilih
metode drill dipilih sebagai cara untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa dalam pembelajaran Matematika
materi materi menganl sudut-sudut bangun datar di kelas 2 SD
Negeri Batursari 3 dengan
memanfaatkan macam-macam bangun datar .
Media Pengajaran
Media
pengajaran merupakan bagian integral dari proses pendidikan. Maka dari itu
media pengajaran merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan
pendidikan. Umar Hamalik (1994:12) mendefinisikan media pendidikan adalah alat,
metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi
dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di
sekolah.
Media
pembelajaran dapat dikategorikan sebagai
bersumber belajar. Mudhoffir (1992:5) mengartikan sumber belajar adalah,
segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar. Yang termasuk
dalam sumber belajar adalah: orang, bahan/alat, pesan, teknik dan lingkungan.
Sumber belajar yang berkaitan dengan lingkungan meliputi: halaman sekolah,
kebun, UKS, perpustakaan, laboratorium, museum dan lain-lain yang ada kaitannya
dengan lingkungan sekitar sekolah.
Media
yang digunakan dalam pembelajaran ada bermacam-macam, mulai dari media yang
sederhana hingga media yang rumit dan modern. Media pengajaran merupakan alat
bantu dalam mengajar. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa
dalam pengajaran yang akan menyebabkan hasil belajar yang tinggi pula. Media
dalam kegiatan pembelajaran ini adalah macam-macam bangun datar.
Kerangka Berpikir
Pemanfaatan metode
drill macam-macam bangun datar dalam
pembelajaran Matematika di kelas II SD, merupakan tindakan yang dipilih untuk
mengatasi masalah penanaman konsep cara menentukan Materi menganl sudut-sudut
bangun datar dalam pembelajaran Matematika. Ada beberapa pendekatan yang
digunakan dalam pengajaran Matematika. Menurut Mulyono (1999: 155) ada empat
pendekatan yang paling berpengaruh dalam pengajaran Matematika, yaitu: (1)
urutan belajar yang bersifat perkembangan, (2) belajar tuntas, (3) strategi
belajar, dan (4) pemecahan masalah. Apabila metode dan media yang digunakan
guru selalu monoton maka siswa akan bosan dan hasil belajar siswa rendah.
Sebaliknya apabila metode dan media yang dipilih guru bervariasi maka
prestasi belajar siswa akan lebih baik
pula.
Kerangka berpikir
dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
|
Pembelajaran
Matematika
Variabel X
|
|
Media Macam-macam bangun datar dan metode drill
|
|
Hasil Belajar (Variabel Y)
|
Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian
ini dirumuskan sebagai berikut: Pemanfaatan metode Drill dan macam-macam bangun
datar dapat meningkatkan hasil belajar
siswa dalam pembelajaran Matematika materi tentang Materi menganl sudut-sudut
bangun datar di kelas II Semester 2 SD Batursari
3 tahun
pembelajaran 2013/2014.
PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Subjek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri Batursari 3 yang jumlahnya sebanyak
39 siswa, yang terdiri atas 17 siswa laki-laki dan 22 perempuan. Fokus pembelajaran pada materi mengenal sudut bangun datar. Penelitian ini dibagi dalam dua siklus. Peneliti selama melakukan
penelitian sebagai guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama satu semester, yakni
Semester 2 tahun pelajaran 2013/2014, mulai tanggal 29 Maret sebagai pra siklus. Siklus
pertama dilaksanakan pada tanggal 3 April 2014 dan siklus ke dua dilaksanakan pada tanggal 10 April 2014.
Karakteristik siswa
Siswa
kelas II SD Negeri Batursari 3 terdiri atas 39 siswa. Masing-masing siswa berasal dari
latar belakang keluarga yang tidak sama. Pekerjaan orang tua siswa terdiri atas
pegawai negeri, pedagang, maupun pegawai
swasta.Usia mereka rata-rata 6-7 tahun. Tempat tinggal siswa kelas II SD Negeri Batursari 3 di sekitar
lokasi SD yaitu perumahan Pucanggading dan sekitarnya.
Prosedur Penelitian
Siklus
1 dan
siklus 2 terdiri atas:
Perencanaan
Berdasarkan
refleksi permasalahan yang telah dideskripsikan, peneliti menyusun rencana pembelajaran berdasarkan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dilaksanakan di SD Negeri Batursari 3. Guru mendesain program
pembelajaran dengan langkah-langkah: 1) Menentukan standar kompetensi, 2)
Menentukan kompetensi dasar, 3) Menentukan indikator, 4) Menetukan tujuan yang
hendak dicapai, 5) Menentukan materi yang
disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai, 6) Menentukan media yaitu macam-macam bangun datar,7) Menentukan metode
drill yang akan digunakan untuk menyampaikan pembelajaran, dan 8) Menentukan
alat evaluasi.
Pelaksanaan
Prosedur yang dilakukan untuk
memperbaiki pembelajaran yang dilakukan siswa terdiri atas:1) Proses
pelaksanaan (tindakan/perlakuan), 2) Pengukuran hasil
tindakan (evaluasi), dilakukan melalui tes formatif, dan 3) Analisis hasil evaluasi secara
prosentase keberhasilan peserta didik, dengan menganalisis hasil tes formatif,
kemudian dibandingkan dengan nilai peserta didik sebelum tindakan diberikan
serta 4) analisis dan refleksi hasil kegiatan pembelajaran.
Adapun langkah-langkah kegiatan
guru yang dilakukan pada siklus 1 pada pembelajaran Matematika kelas II tahun pelajaran 2013/2014 adalah sebagai berikut: 1) Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran; 2) guru dan siswa tanya jawab seputar lagu Bangun
Tidur Terus Mandi dan dikaitkan dengan materi.
a.
Guru menjelaskan materi sudut bangun datar
b.
Guru mendrillkan sudut-sudut bangun datar.
c. Siswa mencoba mencari sudut bangun datar.
d.
Guru menjelaskan materi bangun datar
e.
Siswa maju mencari bangun datar ke depan dengan tuntunan
guru.
h. Siswa meneuju kelompoknya.
i.
Siswa bersama kelompoknya mengerjakan lembar kerja siswa.
j.
Guru memantau tiap kelompok dan memberi bimbingan pada
kelompok yang mengalami kesulitan.
k.
Siswa melaporkan hasil tugas.
l.
Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok.
m. Guru memajang hasil kerja
kelompok di papan pajangan.
Pengamatan
Guru sambil melaksanakan pembelajaran melakukan
observasi terhadap kegiatan siswa. Selain itu teman sejawat ikut serta sebagai
observer.
Teman
sejawat mencatat semua temuan selama tindakan diberikan kepada siswa, membahas
kekurangan dan memberikan masukan kepada guru baik secara lesan maupun
tertulis.
Refleksi
Pelaksanaan refleksi dimaksudkan
untuk mencatat semua temuan dalam pembelajaran baik kelemahan maupun kelebihan
yang ada pada perbaikan pembelajaran siklus 1, untuk ditindaklanjuti pada
pembelajaran di siklus 2.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Deskripsi Prasiklus
Pembelajaran Matematika kelas II dilakukan oleh guru kelas, sesuai dengan jadwal
pelajaran yang telah disusun. Pembelajaran perbaikan dilakukan dengan tujuan
agar hasil belajar siswa meningkat. Tindakan perbaikan pembelajaran dengan
memanfaatkan metode drill dilakukan pada siklus 1 dan
siklus 2 pada kelas II Semester 2 SD Negeri Batursari 3 yang
terdiri atas 39 siswa diperoleh data apabila
disusun dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar
Herhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Nilai Tes sebelum
perbaikan
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Siswa
|
Persentase (%)
|
|
|
1
|
40
|
4
|
10,3
|
|
|
2
|
50
|
13
|
33,3
|
|
|
3
|
60
|
8
|
20,5
|
|
|
4
|
70
|
10
|
25,6
|
|
|
5
|
80
|
4
|
10,3
|
|
|
6
|
90
|
|
|
|
|
7
|
100
|
|
|
|
|
JUMLAH
|
39
|
100
|
||
Berdasarkan analisis dari hasil di atas, dapat
dilihat bahwa nilai siswa sebelum kegiatan perbaikan pembelajaran sebanyak 25 (64%)
siswa meraih
nilai di bawah KKM yakni di bawah 70
dan siswa yang mencapai tingkat ketuntasan sebanyak 14 (36%) siswa. Nilai tertinggi
yang dicapai siswa 80 dan nilai terendah
siswa 39. Nilai rata-rata kelas 60,8.
Dari kegiatan pra siklus tersebut
disusun rencana perbaikan pembelajaran
untuk siswa kelas II mata pelajaran Matematika, lembar observasi, dan lembar
tugas siswa. Dalam kegiatan pembelajaran digunakan metode drill dengan macam-macam bangun datar . Rencana kegiatan
pembelajaran difokuskan : Strategi pembelajaran Matematika dengan memanfaatkan metode drill dan
macam-macam bangun datar.
Deskripsi Siklus 1
Perencanaan Tindakan
Langkah-langkah perencanaan dalam perbaikan
pembelajaran ini adalah: 1) Menentukan standar kompetensi, 2) Menentukan
kompetensi dasar, 3) Menentukan indikator, 4) Menetukan tujuan yang hendak
dicapai, 5) Menentukan materi yang
disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai, 6) Menentukan media manic-manik,7) Menentukan metode drill yang
akan digunakan untuk menyampaikan pembelajaran, dan 8) Menentukan alat
evaluasi.
Hasil Pelaksanaan
Kegiatan
pembelajaran
dalam siklus 1 ini dilakukan pada tanggal
3 April 2014 pada materi mengenal
sudut bangun datar dengan metode drill dan macam-macam bangun datar.
Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan pada siklus 1 pembelajaran
Matematika kelas II tahun pelajaran
2013/2014 adalah sebagai berikut: 1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) Guru dan siswa tanya jawab
seputar lagu Bangun Tidur Terus Mandi dan dikaitkan dengan materi, 3) Guru
menjelaskan materi sudut bangun datar, 4) Guru mendrillkan sudut-sudut bangun
datar, 5) Siswa mencoba
mencari sudut bangun datar, 6) Guru menjelaskan jenis-jenis sudut, 7) Siswa maju mencari
sudut pada bangun datar dengan tuntunan guru, 8) Siswa meneuju kelompoknya, 9)
Siswa bersama kelompoknya mengerjakan lembar kerja siswa, 10)Guru memantau tiap
kelompok dan memberi bimbingan pada kelompok yang mengalami kesulitan, 11)
Siswa melaporkan hasil tugas, 12) Guru dan siswa membahas hasil kerja kelompok,
13) Guru memajang hasil kerja kelompok di papan pajangan. Hasil pembelajaran yang didapatkan apabila disusun dalam
bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212)
hasilnya sebagai berikut:
Tabel
2. Hasil Nilai Tes Siklus 1
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Siswa
|
Persentase (%)
|
|
1
|
40
|
0
|
0
|
|
2
|
50
|
3
|
7,5
|
|
3
|
60
|
5
|
12,5
|
|
4
|
70
|
19
|
47,5
|
|
5
|
80
|
8
|
20
|
|
6
|
90
|
4
|
12,5
|
|
7
|
100
|
|
|
|
JUMLAH
|
40
|
100
|
|
Berdasarkan analisis dari hasil
di atas, dapat dilihat bahwa nilai siswa
pada siklus 1 sebanyak 8
(20%) siswa
meraih nilai di bawah KKM yakni di bawah 70 dan 31 (80%) siswa
tuntas. Nilai terendah yang dicapai
siswa adalah 50 dan nilai tertinggi
adalah 90, dengan rata-rata kelas 70,71.
Data tersebut dapat
disajikan dalam grafik sebagai berikut:
Hasil Pengamatan
Setelah melaksanakan kegiatan
pembelajaran Matematika dengan materi hitung
mengenal sudut bangun datar , ternyata masih
ada 8 siswa yang belum dapat menguasai
konsep tentang sudut bangun datar yang ditunjukkan melalui
metode macam-macam bangun
datar dan metode drill dengan media macam sudut bangun datar . Siswa masih ada yang
belum optimal dalam mengerjakan tugas dan latihan. Selain itu siswa masih belum berani menanyakan apabila
mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal.
Hasil Refleksi
Dari
pelaksanaan perbaikan pembelajaran, serta masukan dari teman sejawat, hasil refleksi
dalam pembelajaran ini adalah: Media macam-macam bangun datar dan metode drill kurang optimal, pemanfaatan media hitung mengenal sudut
bangun datar masih kurang efektif. Guru kurang menguasai
kelas atau mengkondisikan kelas. Guru kurang jelas dalam menanamkan konsep
dasar tentang mengenal sudut bangun
datar . Kelebihannya adalah guru telah melaksanakan pembelajaran dengan
langkah-langkah yang sistematis dan menyenangkan siswa sehingga hasil belajar
meningkat.
Deskripsi Siklus 2
Hasil Perencanaan
Berdasarkan hasil dari refleksi
pembelajaran siklus 1, maka disusun rencana pembelajaran berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) yang dilaksanakan di SD Negeri Batursari
3 Guru mendesain program pembelajaran dengan
langkah-langkah: 1) Menentukan standar kompetensi, 2) Menentukan kompetensi
dasar, 3) Menentukan indikator, 4) Menentukan tujuan yang hendak dicapai, 5)
Menentukan materi yang disesuaikan dengan
tujuan yang akan dicapai, 6) Menentukan media yang relevan, 7) Menentukan
metode yang akan digunakan untuk menyampaikan pembelajaran yaitu metode drill dan drill, dan 8) Menentukan alat
evaluasi.
Hasil Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan perbaikan
pembelajaran pada siklus 2 ini pada tanggal
10 April 2014 dengan langkah pembelajaran sebagai berikut: 1) Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) Guru dan siswa tanya jawab seputar lagu
“Bangun Tidur Terus Mandi”dan dikaitkan dengan materi, 3) Guru menjelaskan
materi sudut bangun datar, 4) Guru mendrillkan sudut-sudut bangun datar, 5)
Siswa mencoba mencari sudut bangun datar, 6) Guru menjelaskan jenis-jenis
sudut, 7) Siswa maju mencari sudut pada bangun datar dengan tuntunan guru, 8)
Siswa meneuju kelompoknya, 9) Siswa bersama kelompoknya mengerjakan lembar
kerja siswa, 10)Guru memantau tiap kelompok dan memberi bimbingan pada kelompok
yang mengalami kesulitan, 11) Siswa melaporkan hasil tugas, 12) Guru dan siswa
membahas hasil kerja kelompok, 13) Guru memajang hasil kerja kelompok di papan
pajangan.
Hasil belajar siswa pada siklus 2 dapat
dipaparkan sebagai berikut:
Data hasil nilai evaluasi pada siklus 2tersebut apabila disusun dalam
bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212)
hasilnya sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Nilai Tes Siklus 2
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Siswa
|
Persentase (%)
|
|
1
|
40
|
0
|
0
|
|
2
|
50
|
0
|
0
|
|
3
|
60
|
0
|
0
|
|
4
|
70
|
14
|
35
|
|
5
|
80
|
11
|
27.5
|
|
6
|
90
|
11
|
30
|
|
7
|
100
|
3
|
7.5
|
|
JUMLAH
|
39
|
100
|
|
Hasil Pengamatan Tindakan
Dari pelaksanaan
pembelajaran yang diamati oleh teman sejawat, dapat diuraikan sebagai
berikut: Sebagian besar siswa sudah
berhasil mencapai nilai di atas KKM yang ditentukan, yakni di atas 70, sebanyak
40 siswa dan tidak ada ada siswa yang belum dapat mencapai KKM. Sedangkan siswa 39 (100%)
tuntas dalam pembelajaran dengan mencapai nilai di atas 70. Kegiatan pembelajaran pada siklus 2 ini
berlangsung aktif, dan siswa termotivasi untuk menyelesaikan latihan soal-soal.
Hasil Refleksi
Refleksi dari kegiatan perbaikan
pembelajaran adalah sebagai berikut:
Metode yang digunakan guru dilaksanakan secara sistematis, memanfaatkan
media hitung mengenal sudut
bangun datar dan metode deonstrassi
serta drill dalam pembelajaran secara optimal, dan
Penugasan melalui LKS dilaksanakan
secara efektif. Dari data-data dari pra siklus, siklus 1, dan siklus 2 tersebut
dapat direkapitulasi seperti pada tabel 4 di bawah ini:
Tabel 4. Hasil Rekapitulasi Nilai
Evaluasi Hasil Pembelajaran Siswa
|
No
|
Kegiatan
|
Juml
Siswa
|
Nilai
Rata2
|
Nilai
Tertinggi
|
Nilai
Terendah
|
Tuntas
|
Tidak
Tuntas
|
Ketuntasan(%)
|
|
1
|
Pra
Siklus
|
39
|
60,80
|
80
|
40
|
14
|
25
|
45
|
|
2
|
Siklus 1
|
39
|
70,71
|
90
|
50
|
31
|
8
|
80
|
|
3
|
Siklus 2
|
39
|
80,87
|
100
|
70
|
39
|
0
|
100
|
Dari hasil rekapitulasi tersebut,
dapat dibuat grafik perbandingan hasil evaluasi pembelajaran Matematika pada
materi mengenal sudut bangun datar siswa kelas II SD Batursari 3 dari sebelum kegiatan perbaikan sampai
siklus 1 dan 2 dilaksanakan sebagai berikut:
Pembahasan
Perbaikan pembelajaran dilakukan setelah
pembelajaran hasil pra siklus dianalisis. Sebelum kegiatan pembelajaran
perbaikan dilakukan terdapat 25 siswa yang mengalami
tidak tuntas sesuai dengan batas KKM yang ditentukan yakni 70, dan baru 14 siswa yang mencapai ketuntasan. Persiapan kegiatan
pembelajaran disusun guru dengan
berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dijadikan pedoman dalam
kegiatan pembelajaran di SD Negeri Batursari 3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) juga dikonsultasikan dengan teman sejawat guna mendapatkan
masukan dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan dan peningkatan hasil
belajar siswa.
Kegiatan perbaikan pembelajaran dilakukan
pada siklus 1 dan 2. Pada siklus 1 kegiatan
perbaikan pembelajaran
dengan memanfaatkan metode
bermain dan drill serta media
gambar dalam hitung mengenal sudut bangun datar, berdasarkan pengamatan
peneliti dan hasil analisis ulangan pada siklus pertama, dapat dikatakan bahwa
tanggapan siswa terhadap tindakan yang diberikan positif, terbukti dari hasil
nilai ulangan yang meningkat ( dari rata-rata 60,80 menjadi rata-rata 70,71) dibandingkan dengan nilai sebelumnya. Anak-anak
antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran Matematika pada materi “mengenal sudut bangun datar.
Setelah kegiatan perbaikan pembelajaran
pada siklus 1 dilakukan kelemahan dan kekurangannya dianalisis. Kemudian
disusun rencana perbaikan pembelajaran pada siklus 2. Pada tindakan ke dua ini,
peneliti berusaha mengantisipasi terhadap kelemahan yang terjadi pada tindakan
pertama. Materi pembelajaran pada siklus ini masih mengacu pada kompetensi
dasar yang sama namun dilengkapi dengan menggunakan media pembelajaran. Siklus
2 hasilnya lebih meningkat dari pada siklus 1, yakni dari 39 siswa yang tuntas
dengan nilai KKM di atas 70 sebanyak 39 siswa
(100 %) sedangkan yang nilainya di bawah KKM sebanyak 0 anak (0%).
Berdasarkan histogram tersebut di atas
dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari hasil belajar peserta
didik antara kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebelumnya dengan
pembelajaran setelah dikenai tindakan (pemanfaatan metode drill dan macam-macam bangun
datar dalam materi hitung mengenal sudut bangun datar di kelas II SD Negeri Batursari 3). Maka dari
itu pembelajaran dengan memanfaatkan
metode drill serta macam-macam bangun datar materi hitung mengenal sudut bangun
datar dapat meningkatkan pemahaman siswa
terhadap materi pembelajaran. Oleh karena
itu hipotesis yang diajukan
diterima, yakni pembelajaraan dengan memanfaatkan metode macam-macam bangun
datar dan metode drill materi mengenal sudut bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas
II SD Negeri Batursari 3 pada materi mengenal sudut bangun
datar.
SIMPULAN DAN
SARAN
Simpulan
Pemanfaatan metode drill
dan macam-macam
bangun datar dalam materi mengenal sudut bangun datar dalam
pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika materi tentang hitung mengenal sudut bangun
datar di kelas II Semester 2
SD Negeri Batursari 3 tahun pembelajaran 2013/2014. Hal ini dapat dilihat
pada rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik setelah tindakan diberikan
dalam ulangan yang mencapai tingkat
ketuntasan lebih banyak sesuai dengan KKM
yang ditentukan. Ada pengaruh positif antara memanfaatkan macam-macam bangun datar dan metode drill terhadap hasil belajar
mata pelajaran Matematika materi
tentang
mengenal sudut bangun datar bagi peserta didik kelas II SD Negeri Batursari 3
tahun pelajaran 2013/2014.
Saran
Untuk
mengintensifkan pemanfaatan metode dan media pembelajaran dapat disarankan
sebagai berikut: Kepada Guru hendaknya meningkatkan kemampuannya dan
mengembangkan kreativitas dalam
pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media dan metode yang bervariasi. Pihak
sekolah sebagai tempat dan penyelenggara pendidikan hendaknya melengkapi
fasilitas dan kebutuhan yang diperlukan peserta didik dalam kegiatan
belajar-mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, M. 1994. Jurnal
Pendidikan. Jakarta: Depdikbud.
Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar
EvIaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina
Aksara.
-----. 1997. Prosedur
Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud. 1998.
Pedoman Pembuatan dan Penggunaan Alat peraga/ Media Pembelajaran Sekolah Dasar.
Jakarta: Ditektorat sarana Pendidikan Depdikbud.
-----1992. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP
Press
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Jakarta: Depdiknas.
Hamalik, Oemar. 1994. Media pendidikan. Bandung: Citra Adi
Karya.
Hadi, Sutrisno.
1997. Metode Penelitan. Yogyakarta:
Andi Ofset.
Mudhofir. 1986. Teknologi Instruksional. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Mustaqim. Wahib, Abdul. 1990. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nasution, S. 1995.
Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara.
Nasution, S. Kurikulum Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.
Rachman, Maman.1993. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sadiman, Arief S.
1993. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo
Persada
Sudjana, Nana.
1992. Media Pengajaran. Bandung:
Sinar baru.
Syah, Muhibbin,
1997. Psikologi Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Tim MKDK IKIP Semarang. 1996. Belajar dan pembelajaran. Semarang:
IKIP press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar