Kamis, 25 Desember 2014

MAKALAH PTK FPB SUKARMAN



PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR  MATERI KPK DAN FPB  
MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN  MEDIA PAPAN MAGNETIK 
DAN METODE KUISDI KELAS V SD NEGERI BATURSARI 3
SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Sukarman, S.Pd


Abstrak: Tujuan penelitian mendeskripsi proses pembelajaran dan peningkatan prestasi belajar materi menentukan FPB dan KPK dengan pembelajaran memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis di kelas V SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilakukan dua siklus dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemanfaatan media  papan magnetik  dan metode kuisdalam pembelajaran Matematika Kelas V semester 1 di SD Batursari 3tahun pelajaran 2013/2014, nilai rata-rata sebelum tindakan, siklus 1, dan siklus ke 2, yaitu 64,39; 73,41;dan  78,78 dapat ditentukan pula bahwa pembelajaran ini bernilai positif, artinya dengan memanfaatkan media  papan magnetik  dan metode kuis, dapat dijadikan sarana efektif untuk meningkatkan prestasi belajar FPB dan KPK dalam  pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri Batursari 3.

Kata Kunci: Hasil belajar KPK dan FPB, media papan magnetik, dan  metode kuis.


PENDAHULUAN
Pembelajaran di Sekolah Dasar akan lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan apabila memanfaatkan berbagai media dan metode secara bervariasi. Pembelajaran yang bervariasi bertujuan agar menimbulkan minat dan motivasi belajar peserta didik terhadap semua mata pelajaran di sekolah.  Namun demikian kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran di sekolah dasar, berdasarkan pengamatan penulis dan informasi dari berbagai pihak, masihbersifat konvensional. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran masih cenderung pada metode ceramah, dan kurang memanfaatkan media. Sehingga peserta didik  menelaah konsep secara abstrak sehingga mudah terlupakan. Apalagi pada pelajaran Matematika, bila peserta didik  tidak memahami konsep awal suatu pengerjaan, maka akan kesulitann dalam menghadapi soal-soal lainnya yang lebih kompleks. Akibatnya peserta didik  malas dan tidak tertarik terhadap pelajaran Matematika.
Pembelajaran di sekolah dasar yang kurang menarik memang akan membosankan peserta didik . Selain itu, hasil belajar peserta didik  juga belum sesuai dengan tujuan yang diharapan. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran Matematika semester 1tahun pelajaran 2013/2014  Kelas V Sekolah Dasar Negeri Batursari 3 pada materi “Menentukan faktor persekutuan terbesar  dan kelipatan persekutuan terkecil”. Pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan metode ceramah ini ternyata hasil belajar peserta didik  yang mencapai KKM (Kriteria Kelulusan Minimal) yang ditentukan sekolah yaitu 70, hanya 17peserta didik (42%)  dari jumlah peserta didik  sebanyak 41peserta didik. Sedangkan  24peserta didik  (58%) masih tidak mencapai KKM yang ditentukan.
Rendahnya hasil belajar peserta didik  dalam materi menentukan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) dan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) ini berdasarkan analisis dan pengamatan guru kelas, ternyata karena peserta didik  kurang menguasai konsep awal cara mencari FPB dan KPK. Padahal apabila peserta didik  tidak menguasai konsep awal dalam menentukan FPB dan KPK, maka peserta didik  akan senantiasa mengalami kesulitan untuk mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan FPB dan KPK, apalagi dalam bentuk soal cerita. Hal ini karena konsep pembelajaran Matematika merupakan materi yang berkesinambungan untuk pembelajaran selanjutnya.
Berdasarkan kondisi di atas,upaya untuk mengatasi permasalahn rendahnya nilai peserta didik  dalam pembelajaran Matematika bagi peserta didik  kelas V  Sekolah Dasar, khususnya materi yang berhubungan dengan Faktor Persekutuan Terbesar  dan Kelipatan Persekutuan Terkecil, maka penulis mengadakan pembelajaran dengan memanfaatkan media papan magnetik  dan metode kuis. Pembelajaraninidiharapkandapatmeningkatkanprestasibelajarpesertadidikkelas V SD NegeriBatursari 3.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) bagaimanakah proses pembelajaran denganpemanfaatan media  papan magnetik  dan metode kuis dalam  pembelajaran Matematika materi ”Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar  dan Kelipatan Persekutuan Terkecil” di kelass V  SD Negeri Batursari 3  Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014, 2) seberapa banyak peningkatan prestasi belajar materi menentukan FPB dan KPK dengan pembelajaran memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis di kelas V SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014?”
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsi proses pembelajaran denganpemanfaatan media  papan magnetik  dan metode kuis dalam  pembelajaran Matematika materi ”Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar  dan Kelipatan Persekutuan Terkecil” di kelass V  SD Negeri Batursari 3  Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014; dan  2) mendeskripsi banyaknya peningkatan prestasi belajar materi menentukan FPB dan KPK dengan pembelajaran memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis di kelas V SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.

LANDASAN TEORETIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

Hakikat Pembelajaran

Kegiatan belajar tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan pembelajaran. Belajar pada dasarnya merupakan aktivitas yang secara sadar dilakukan peserta didik. Pembelajaran merupakan aktifitas guru dalam usaha membantu peserta didik  melakukan kegiatan belajar. Sedangkan menurut Tim Mata Kuliah Dasar Khusus (MKDK) IKIP Semarang (1992:15) menjelaskan bahwa pembelajaran adalah  usaha sadar yang dilakukan oleh guru untuk membantu peserta didik  atau anak didik agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Guru berfungsi sebagai fasilitator, yaitu orang yang menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung agar peserta didik  dapat mewujudkan kemampuan belajarnya.
Sedangkan belajar pada dasarnya merupakan aktifitas yang secara sadar dilakukan peserta didik. The Liang Gie (2001: 23) menyatakan bahwa belajar adalah segenap rangkaian atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dirinya, berupa penambahan atau kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen”.
Berdasarkan pernyataan di atas maka penulis merumuskan pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang guru untuk dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik . Sedangkan belajar merupakan kegiatan peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih berkualitas. Dalam penelitian ini pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran Matematika dengan materi ”Menentukan FPB dan KPK ” di Kelas V Sekolah Dasar.

Media Pengajaran
Media pengajaran merupakan bagian integral dari proses pendidikan. Maka dari itu media pengajaran merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan pendidikan. Umar Hamalik (1994:12) mendefinisikan media pendidikan adalah ”alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta didik  dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah”.
Media pembelajaran dapat dikategorikan sebagai  besumber belajar. Mudhoffir (1992:5) mengartikan sumber belajar adalah, “segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar”. Yang termasuk dalam sumber belajar adalah: orang, bahan/alat, pesan, teknik dan lingkungan. Sumber belajar yang berkaitan dengan lingkungan meliputi: halaman sekolah, kebun, UKS, perpustakaan, laboratorium, museum dan lain-lain yang ada kaitannya dengan lingkungan sekitar sekolah.
Media yang digunakan dalam pembelajaran ada bermacam-macam, mulai dari media yang sederhana hingga media yang rumit dan modern. Media pengajaran merupakan alat bantu dalam mengajar. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar peserta didik  dalam pengajaran yang akan menyebabkan hasil belajar yang tinggi pula.
Media dalamkegiatanpembelajaraniniadalah media papan magnetikdenganvariasikartubilangan. Adapun alasan menggunakan variasi program ini karena peserta didik menurut pengamatan guru kelas sangat antusias apabila mengikuti pelajaran dengan berbgai media dan bermain kuis.

Metode Belajar
Metode adalah cara yang telah diatur dan terpikir  untuk mencapai tujuan. Metode digunakan sebagai sarana untuk mencapai harapan yang diinginkan dengan berbagai cara. Simanjutak (1983:13) menyatakan bahwa metode adalah cara yang sistematis yang digunakan untuk mencapai tujuan. Metode belajar yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah Metode Bermain. Salah satu metode yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah metode kuis. Dalam belajar yang menggunakan metode ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain adalah:  1) pengalaman anak bukan hanya hapalan, tetapi juga pemahaman, 2) Anak terbiasa dapat memecahkan masalah yang dihadapi dengan berdasarkan teori yang ada; 3) Pengetahuan anak tidak mudah hilang; 4) Hasil belajar lebih bermakna bagi diri anak dibandingkan dengan cara belajar secara konvensional; dan 5) Dalam belajar, anak akan bervariasi sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Berdasarkan uraian di atas, metode belajar yang akan dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah metode bermainpapan magnetik  dan kuis. Dalam hal ini peserta didik  akan bermain dengan menggunakan papan magnetik  dan kartu bilangan.
Adapun langkah-langkah dalam metodebermain papan magnetik dan kuis  ini adalah: 1) Guru dan peserta didik  menyediakan media papan magnetik , kartu bilangan  dan kartu soal-soal yang berkaitan dengan FPB dan KPK, 2) Peserta didik mempraktikkan bermain dengan kelompoknya yaitu: satu peserta didik  membaca soal, peserta didik  kedua menempelkan kartu bilangan pada papan magnetik  sesuai dengan soal yang dibacakan, peserta didik  ketiga memberi tanda pada deretan tabel untuk mempermudah cara mencari FPB atau KPK, peserta didik  keempat menghitung FPB atau KPK berdasarkan pada tabel. Apabila jawaban benar maka kelompok tersebut menerima pin penghargaan, dan apabila jawaban salah maka semua anggota kelompok menyanyikan lagu yang diminta oleh peserta didik  kelompok lainnya 3) Setelah selesai bermain, peserta didik  mengerjakan latihan. Peserta didik melaporkan hasil latihan, 4) Pembahasan secara klasikal, dan 5) ulangan ulangan harian.

Pembelajaran Matematika  
Menurut Johnson dan Myklebust (1967:244) dalam Mulyono (1999:252) Matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekpresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keuangan sedangkan teoritisnya adalah untuk memudahkan berpikir. Ada beberapa alasan perlunya peserta didik  belajar Matematika menurut penuturan Conelius dalam Mulyono (1999:252), yaitu: (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan perkembangan budaya.
Dalam pembelajaran Matematika atau berhitung memiliki beberapa prinsip pengajaran. Depdikbud (1996:2) menjelaskan bahwa prinsip-prinsip pengajaran matematika adalah sebagai berikut: 1) Keberhasilan pelajaran matematika sangat ditentukan oleh upaya penanaman konsep yang jelas, latihan, dan dilandasi pengertian; 2) Dalam menyajikan topik-topik baru hendaknya dimulai dari tahapan yang paling sederhana menuju tahapan yang kompleks; 3) Pengalaman-pengalaman sosial dan penggunaan benda-benda konkret perlu dilakukan guru dalam membantu pemahaman anak-anak terhadap pengertian-pengertian dalam berhitung; 4) Setiap langkah dalam pengajaran berhitung hendaknya diusahakan melalui penyajian yang menarik; 5) Setiap anak belajar dengan kesiapan dan kecepatannya sendiri-sendiri, tugas guru memberikan motivasi; 6) Latihan-latihan sangat penting untuk memantapkan pengertian dan keterampilan; dan 7) Relevansi berhitung dengan kehidupan sehari-hari perlu ditekankan.
Berdasarkan prinsip di atas, maka pembelajaran Matematika khususnya Materi menentukan faktor persekutuan terbesar dan kelipatan persekutuan terkecil, perlu adanya media yang bervariasi, dan  metode yang menarik untuk menanamkan konsep terhadap diri peserta didik.

Prestasi Belajar
Setelah melakukan aktivitas belajar peserta didik ingin mengetahui prestasi belajanrnya. Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang diperoleh peserta didik  selama belajar. Syaifuddin (1996:164) mendefinisikan prestasi belajar dengan, “Perolehan pengetahuan dan kecakapan baru yang dapat dioperasikan dalam bentuk indikator berupa nilai raport, indeks prestasi, angka kelulusan, predikat keberhasilan dan semacamnya”.
Untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik  perlu adanya evaluasi sebagai alat untuk mengukur hasil belajar. Pemberian nilai menurut Suharsismi (1997:274) merupakan suatu pekerjaan yang memberikan suatu feed back (umpan balik) yang mencerminkan seberapa jauh seorang peserta didik  telah mencapai tujuan yang ditetapkan dalam pengajaran atau sistem instruksional.
Prestasi belajar yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik  dalam mata pelajaran Matematika khususnya pada materi ”Menentukan FPB dan KPK”.

Kerangka Berpikir
Pemanfaatan media papan magnetik  dan metode kuis dalam pembelajaran Matematika di kelas V SD, merupakan tindakan yang dipilih untuk mengatasi masalah penanaman konsep cara menentukan FPB dan KPK dalam pembelajaran Matematika. Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam pengajaran Matematika. Menurut Mulyono (1999:155) ada empat pendekatan yang paling berpengaruh dalam pengajaran Matematika, yaitu: “(1) urutan belajar yang bersifat perkembangan, (2) belajar tuntas, (3) strategi belajar, dan (4) pemecahan masalah.

Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) proses pembelajaran denganpemanfaatan media  papan magnetik  dan metode kuis dapat meningkatkan prestasi belajarb dalam  pembelajaran Matematika materi ”Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar  dan Kelipatan Persekutuan Terkecil” di kelas V  SD Negeri Batursari 3  Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014, 2) terjadi peningkatan prestasi belajar yang signifikan materi menentukan FPB dan KPK dengan pembelajaran memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis di kelas V SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.

METODE PENELITIAN 
Subjek penelitian adalah peserta didik  kelas V SD Negeri Batursari 3 yang jumlahnya sebanyak 41peserta didik, yang terdiri atas 18 peserta didik perempuan dan 23peserta didik  laki-laki. Fokus pembelajaran pada materi menetukan FPB dan KPK. Adapun aplikasi pemanfaatan media papan magnetik  dan metode kuis dilakukan sebanyak 2 siklus. Siklus pertama dilakukan pada hari Rabu 11 September  2013  dan siklus ke 2 dilakukan pada hari Rabu  26 September  2013. 
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang merupakan perbaikan pembelajaran berdasarkan permasalahan yang dijumpai di kelas. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif dengan pemaparan menggunakan metode deskriptif.
Penelitian ini dilakukan oleh guru kelas selaku peneliti, dengan bantuan teman sejawat sebagai observer selama kegiatan pembelajaran siklus 1 dan 2.  Prosedur penelitian dilakukan mulai dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Guru kelas sebagai peneliti menyiapkan media yang dibutuhkan, yakni: 1) membuat tabel pada papan magnetik, 2) membuat kartu bilangan antara 1 -100 dengan jumlah masing-masing bilangan lima buah. 3) menulis soal-soal yang berhubungan dengan FPB dan KPK dalam bentuk kartu huruf, 4) menyiapkan tempat kartu bilangan dan kartu soal.
Selama kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media media papan magnetik  dan metode kuis, guru mengamati dan menctatat perkembangan peserta didik  dalam pembelajaran.
Dalam penelitian ini menggunakan validitas teman sejawat, yakni teman sejawat yang menganalisis dan mengoreksi soal-soal yang telah disusun peneliti sebelum digunakan dalam penelitian. Adapun hasil dari teman sejawat menyatakan bahwa soal-soal sesuai /valid untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik  dalam materi menentukan FPB dan KPK. Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis hasil dari observasi dan dokumentasi untuk meningkatkan pemahaman penelitian terhadap kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Kegiatan analisis merupakan refleksi dari data sebelum treatment dan hasil setelah treatment.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Deskripsi Pra Siklus
Data nilai peserta didik  yang diperoleh sebelum tindakan perbaikan diberikan, berdasarkan nilai hasil tugas pertama yang diberikan guru pada materi Menggunakan sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK dan FPB” dengan metode ceramah disusun dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Nilai Tes sebelum perbaikan
No
Rentan Nilai
Jumlah Peserta didik
Prosentase (%)
1
0 -10


2
11-20


3
21-30
3
7,3
4
31-40
6
14,6
5
41-50
5
12,2
6
51-60
3
7,3
7
61-70
8
19,5
8
71-80
12
29,3
9
81-90
4
9,7
10
91-100


JUMLAH
41
100

Dari data di atas dapat diketahui bahwa peserta didik  yang belum dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (70) masih sebanyak 17peserta didik  dari jumlah peserta didik  seluruhnya 41. Sedangkan peserta didik  yang mencapai tingkat ketuntasan minimal sebanyak 24peserta didik  dari jumlah peserta didik  seluruhnya.

Deskripsi Siklus 1
Pada siklus pertama pembelajaran dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis dengan materi menggunakan sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK dan FPB”. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah:Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru kelas sekaligus sebagai peneliti.
Kegiatan penelitin ini dilakukan di dalam kelas oleh guru kelas sebagai peneliti. Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, 2) Guru menyiapkan media yang dibutuhkan, 3) Peserta didik  menuju kelompoknya masing-masing, 4) Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru, 5) Peserta didik  mengambil undian untuk bermain papan magnetik dan kuis bersama kelompoknya, 6) Kelompok peserta didik  mempraktikkan permainan, Bila jawaban dari permainan benar maka kelompok peserta didik  akan menerima pin pengharagaan, dan bila salah maka kelompok peserta didik  harus menyanyikan lagu sesuai dengan permintaan peserta didik  lainnya, 7) Setelah semua kelompok selesai bermain, peserta didik  mengerjakan latihan secara individu, 8) Apabila peserta didik  telah selesai sebelum waktu pembahasan secara klasikal, 9) Pembahasan hasil latihan secara klasikal, 11) Kesimpulan  dan 10) Ulangan harian.
Hasilevaluasipadapembelajarandengan media papanmagnetikdanmetodekuissiklus 1 inidapatdisusun dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Nilai Tes Siklus 1
No
Rentan Nilai
Jumlah Peserta didik
Prosentase (%)
1
41 – 50
4
9,8
2
51 – 60
7
17,1
3
61 – 70
10
24,4
4
71 – 80
11
26,8
5
81 – 90
9
21,95
6
91 – 100


JUMLAH
41
100
Berdasarkan analisis tabel  tersebut dapatdipaparkanbahwa hasil tindakan dalam siklus pertama menunjukkan bahwa sebanyak 30 peserta didik (73%) mencapai ketuntasan dalam mempelajari materi menentukan FPB dan KPK, dan  11 (27%) peserta didik mengalami tidak tuntas.
Peserta didik yang mengalami tidak tuntas ini mendapatkan bantuan belajar dari teman sekelompoknya untuk mengulangi mempelajari materi, setelah itu mengikuti ulangan remidi. Setelah semua anak tuntas dalam mempelajari materi pertama yang direncanakan dalam tindakan, maka dilanjutkan kegiatan seterusnya.
Berdasarkan refleksi hasil pembelajaran dengan memanfaatkan media papan magnetik  dan metode kuis ini, dapat dikemukakan beberapa kekurangan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk kegiatan siklus berikutnya. Kelemahan pada siklus pertama antara lain: 1) Peserta didik  masih sering ragu ketika meletakkan bilangan faktor pada papan magnetik , 2)peserta didik  masih bingung antara menentukan KPK atau FPB dari soal yang dibacakan temannya, 3) ketika mengerjakan lembar kerja peserta didik   kurang konsentrasi.
Hasil dari refleksi pembelajaran pada siklus pertama ini dipergunakan sebagai pedoman dalam penyusunan persiapan pelaksanaan pembelajaran untuk siklus yang ke dua.


3. Deskripsi Siklus 2
Pada siklus ke dua ini dilaksanakan untuk materi kompetensi dasar menggunakan sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK dan FPB”dengan memperhatikan masukan dari  teman sejawat berdasarkan pengamatan dan analisis hasil siklus 1, yang dituangkan dalam bentuk refleksi. Langkah-langkah pembelajaran pada siklus ke 2 pada dasarnya sama dengan siklus 1, tetapi ada penyempurnaan berdasarkan hasil refleksi pada siklus . Adapun langkah penyempurnaan tersebut meliputi: 1) pengelolaan kelas ketika peserta didik  mempraktikkan bermain lebih diintensifkan, 2) pemanfaatan media papan magnetik  dan metode kuis lebih diefektifkan, 3) perhatian lebih pada peserta didik  ketika  mengerjakan latihan, 4) soal-soal lembar kerja peserta didik  lebih banyak soal cerita yang berhubungan dengan FPB dan KPK. Selain itu soal-soal juga meliputi bilangan yang lebih dari 100, serta bintang penghargaan bagi peserta didik  yang mengerjakan dengan benar. Kegiatan dilakukan pada waktu pembelajaran Matematika dan diakhiri dengan tes formatif. 1) Proses pelaksanaan tindakan dalam 2 siklus,  2) Pengukuran hasil tindakan (evaluasi), dilakukan sebanyak  2 kali ulangan  formatif,  dan 3) Analisis hasil evaluasi secara persentase keberhasilan peserta didik, dengan menganalisis hasil ulangan formatif  peserta didik setiap kali ulangan, kemudian dibandingkan dengan nilai peserta didik sebelum tindakan diberikan, serta  4) analisis dan refleksi hasil kegiatan pembelajaran.
Kegiatan penelitin ini dilakukan di dalam kelas oleh guru kelas sebagai peneliti. Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, 2) Guru menyiapkan media yang dibutuhkan, 3) Peserta didik menuju kelompoknya masing-masing, 4) Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru, 5) Peserta didik  mengambil undian untuk bermain bersama kelompoknya, 6) Kelompok peserta didik mempraktikkan permainan, Bila jawaban dari permainan benar maka kelompok peserta didik akan menerima pin pengharagaan, dan bila salah maka kelompok peserta didik harus menyanyikan lagu sesuai dengan permintaan peserta didik  lainnya, 7) Setelah semua kelompok selesai bermain, peserta didik mengerjakan latihan secara individu, 8) Apabila peserta didik  telah selesai sebelum waktu pembahasan secara klasikal,  9) Pembahasan hasil latihan secara klasikal, 11) Kesimpulan,  dan 10) Ulangan formatif.
Adapun tes disusun dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Nilai Tes Siklus 2
No
Rentan Nilai
Jumlah Peserta didik
Prosentase (%)
1
51 – 60
4
9,8
2
61 – 70
7
17,1
3
71 – 80
22
53,7
4
81 – 90
6
14,6
5
91- 100
2
4,9
JUMLAH
41
100

Berdasarkan pada penyajian tabel nilai peserta didik  pada siklus ke 2 tersebut, dapat ternyatapesertadidik yang lulus KKM sebanyak37 (90%) pesertadidikdan yang belumhanya 4pesertadidikdengannilai70.

Pembahasan  Hasil Penelitian
Pembelajaran dengan memanfaatkan media papan magnetik  dan metode kuis di kelas V SD Batursari 3, dengan materi pembelajaranmateri menggunakan sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK dan FPB”, menunjukkan hasil belajar yang lebih efektif. Dengan melihatperkembangan nilai peserta didik  dalam tabel perkembangan dan histogram tersebut di atas dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari prestasi belajar peserta didik antara kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebelumnya yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, dengan pembelajaran setelah dikenai tindakan (pemanfaatan media papan magnetik  dan metode kuis dalam pembelajaran Matematika di kelas V  SD Negeri Batursari 3 ) pada siklus 1 dan 2.
Data nilaipesertadidiksebelumpembelajaran, siklus 1, dansiklus 2, dapatdibandingkandalamtabel. Adapun data-data perbandingan nilai peserta didik  itu dapat dilihat sebagai berikut:
DATA PERKEMBANGAN NILAI PESERTA DIDIK  SEBELUM TINDAKAN
DAN SESUDAH TINDAKAN
No
Nilai
JumlahPesertadidik
SebelumTindakan
Siklus 1
Siklus 2
1
   0 -10



2
11 - 20



3
21-30
3


4
31 - 40
6


5
41 - 50
5
4

6
51 - 60
3
7
4
7
61 - 70
8
10
7
8
71 - 80
12
11
22
9
81 - 90
4
9
6
10
91- 100


2
Jumlah
2640
3010
3230
Rata-Rata
64,39
73,41
78,78
Tuntas
17
30
37
TidakTuntas
24
11
4
Jumlah
41
41
41
















Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam pemanfaatan media  papan magnetik  dan Metode Kuisdalam pembelajaran Matematika Kelas V semester 1 di SD Batursari 3  tahun pelajaran 2013/2014, khususnya pada stándar kompetensi menggunakan sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK dan FPB”, menunjukkan hasil belajar peserta didik yang meningkat. Melalui perbandingan nilai rata-rata, pada nilai sebelum tindakan, siklus 1 dan siklus ke 2, yaitu 64,39; 73,41;dan  78,78 dapat ditentukan pula bahwa pembelajaran ini bernilai positif, artinya dengan memanfaatkan media  papan magnetik  dan metode kuis, dapat dijadikan sarana efektif untuk menanamkan konsep cara menentukan FPB dan KPK dalam  pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri Batursari 3.
Pemanfaatan media papan magnetik dan metode kuis, dalam pembelajaran Matematika yang dilakukan, terlihat bahwa peserta didik belajar dengan antusias dan semangat, sehingga konsep mencari FPB dan KPK yang ditanamkan mencapai sasaran. Dengan menguasai konsep tentang cara menentukan FPB dan KPK, maka peserta didik  dapat memecahkan soal cerita yang berhubungan dengan hubungan materi FPB dan KPK.
Dengan pemanfaatan media ini, ternyata dapat menarik perhatian peserta didik. Memanfaatkan media papan magnetik  dan metode kuis dalam pembelajaran Matematika materi KPK dan FPB, ternyata menarik minat dan semangat belajar peserta didik. Peserta didik yang biasanya perhatiannya kurang, tampak menjadi lebih antusias pada pembelajaran ini. Demikian pula peserta didik yang sudah mulai jenuh dengan pembelajaran yang monoton dan tidak bervariasi, kembali lebih berkonsentrasi pada pembelajaran melalui pembelajaran  dengan  media papan magnetik  dan metode kuis. Hal ini senada dengan  manfaat dari penggunaan media pembelajaran ini, menurut Hamalik (1994 : 108) antara lain adalah : 1) menarik minat,  2) memberi gambaran yang jelas, 3) mempunyai tinjauan yang luas dan 4) mendorong kreativitas peserta didik.
Berkaitan dengan pendapat tersebut, maka pemanfaatan mediadengan  media papan magnetik  dan metode kuis memang dapat menarik minat peserta didik untuk belajar dan memahami konsep menentukan FPB dan KPK, sehingga peserta didik  mempunyai tinjauan yang luas dalam menyelesaikan masalah mulai dari permasalahan yang mudah dan sederhana hingga yang kompleks. Yakni dari soal Matematika biasa yang hanya sebatas mencari FPB dan KPK, menjadi soal Matematika yang lebih kompleks dalam bentuk soal cerita.
Dengan adanya keuntungan-keuntungan dari pemanfaatan media dengan  media papan magnetik  dan metode kuis ini, maka akhirnya hipotesis yang dikemukakan diterima, yakni pembelajaran dengan memanfaatkan media papan magnetik  dan metode kuis terbukti dapat meningkatkan prestasi  belajar peserta didik  dalam pembelajaran Matematika  materi menentukan FPB dan KPK di Kelas V SDN Batursari 3, semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Simpulandalampenelitianiniadalah: 1)  prestasi belajar peserta didik  dengan memanfaatkan media papan magnetik  dan metode kuis,  dalam pembelajaran Matematika materi menentukan FPB dan KPK di Kelas V SDN Batursari 3, lebih tinggi dari pembelajaran sebelumnya, terbukti dengan nilai yang diperoleh peserta didik setelah tindakan diberikan dalam ulangan yakni  73,41 pada siklus 1, dan  78,78 pada siklus 2; dan 2) pembelajaran Matematika dalam materi menentukan FPB dan KPK dengan memanfaatkan media dengan  media papan magnetik  dan metode kuismenunjukkan hasil belajar yang lebih efektif.  Pemanfaatan media dengan  media papan magnetik  dan metode kuis lebih efektif untuk menanamkan konsep cara menentukan FPB dan KPK dalam pembelajaran Matematika di Kelas VSD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014. Dengan menguasai konsep menentukan FPB dan KPK ini peserta didik  lebih cepat dapam menyelesaikan soal yang lebih kompleks dalam bentuk soal cerita.

        Saran
Untuk mengintensifkan pemanfaatan media dengan  media papan magnetik  dan metode kuis pembelajaran dapat disarankan sebagai berikut: 1) Kepada Kepala Sekolah supaya lebih banyak memberikan motivasi kepada guru dalam kegiatan belajar dan mengajar agar memanfaatkan media yang bervariasi, khususnya media dengan  media papan magnetik  dan metode kuis dalam pembelajaran Matematika; 2) Kepada Guru supaya meningkatkan kemampuannya dalam kegiatan pembelajaran dan mengembangkan  kreativitas dalam pembelajaran di antaranya dengan memanfaatkan dengan  media papan magnetik  dan metode uis untuk menanamkan konsep cara menentukan FPB dan KPK; dan 3) Pihak sekolah sebagai tempat dan penyelenggara pendidikan hendaknya melengakapi fasilitas dan kebutuhan peserta didik dalam kegiatan belajar dan mengajar.
DAFTAR PUSTAKA

B, Simanjutak. 1983. Metodologi Pendidikan. Bandung. Citra Adi Karya.
Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Gafur, Abdul. 1989. Media Pembelajaran. Jakarta.

Hamalik, Oemar. 1994. Media pendidikan. Bandung: Citra Adi Karya.
Handoko, Tri. 2007. Terampil Matematika. Jakarta: Yudhistira.
Herrhhyanto, Nar. 2004. AnalisisHasilEvaluasi.Bandung. Citra AdiKarya.

Mudhofir. 1986. Teknologi Instruksional. Bandung: RemajaRosdakarya.

Sudjana, Nana. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Syaifudin. 1996. Evaluasi Pendidikan. Bandung. Remaja Rosda Karya.

Tim MKDK IKIP Semarang. 1996. Belajar dan pembelajaran. Semarang: IKIP press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar