MELALUI
PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA PAPAN MAGNETIK
DAN METODE KUISDI KELAS V SD NEGERI BATURSARI 3
SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN
2013/2014
Sukarman, S.Pd
Abstrak: Tujuan penelitian mendeskripsi proses pembelajaran dan peningkatan prestasi belajar materi menentukan FPB
dan KPK dengan pembelajaran memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis
di kelas V SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
Penelitian dilakukan dua siklus dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode
kuis. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemanfaatan media papan magnetik dan metode kuisdalam
pembelajaran Matematika Kelas V semester 1 di SD Batursari 3tahun pelajaran
2013/2014, nilai rata-rata sebelum tindakan, siklus 1, dan siklus ke 2, yaitu 64,39;
73,41;dan 78,78 dapat ditentukan pula bahwa
pembelajaran ini bernilai positif, artinya dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis, dapat dijadikan sarana
efektif untuk meningkatkan prestasi belajar FPB dan KPK dalam pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri
Batursari 3.
Kata Kunci: Hasil belajar
KPK dan FPB, media papan magnetik, dan
metode kuis.
PENDAHULUAN
Pembelajaran di Sekolah Dasar akan lebih efektif,
kreatif, dan menyenangkan apabila memanfaatkan berbagai media dan metode secara
bervariasi. Pembelajaran yang bervariasi bertujuan agar menimbulkan minat dan
motivasi belajar peserta didik terhadap semua mata pelajaran di sekolah. Namun demikian kenyataan di lapangan
menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran di sekolah dasar, berdasarkan
pengamatan penulis dan informasi dari berbagai pihak, masihbersifat
konvensional. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran masih cenderung
pada metode ceramah, dan kurang memanfaatkan media. Sehingga peserta didik menelaah konsep secara abstrak sehingga mudah
terlupakan. Apalagi pada pelajaran Matematika, bila peserta didik tidak memahami konsep awal suatu pengerjaan,
maka akan kesulitann dalam menghadapi soal-soal lainnya yang lebih kompleks.
Akibatnya peserta didik malas dan tidak
tertarik terhadap pelajaran Matematika.
Pembelajaran di sekolah dasar yang kurang menarik memang
akan membosankan peserta didik . Selain itu, hasil belajar peserta didik juga belum sesuai dengan tujuan yang
diharapan. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran Matematika semester
1tahun pelajaran 2013/2014 Kelas V
Sekolah Dasar Negeri Batursari 3 pada materi “Menentukan faktor
persekutuan terbesar dan kelipatan
persekutuan terkecil”. Pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan metode
ceramah ini ternyata hasil belajar peserta didik yang mencapai KKM (Kriteria Kelulusan Minimal)
yang ditentukan sekolah yaitu 70, hanya 17peserta didik (42%) dari jumlah peserta didik sebanyak 41peserta didik. Sedangkan 24peserta didik (58%) masih tidak mencapai KKM yang
ditentukan.
Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam materi menentukan FPB (Faktor
Persekutuan Terbesar) dan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) ini berdasarkan
analisis dan pengamatan guru kelas, ternyata karena peserta didik kurang menguasai konsep awal cara mencari FPB
dan KPK. Padahal apabila peserta didik tidak menguasai konsep awal dalam menentukan
FPB dan KPK, maka peserta didik akan
senantiasa mengalami kesulitan untuk mengerjakan soal-soal yang berhubungan
dengan FPB dan KPK, apalagi dalam bentuk soal cerita. Hal ini karena konsep
pembelajaran Matematika merupakan materi yang berkesinambungan untuk
pembelajaran selanjutnya.
Berdasarkan kondisi di atas,upaya untuk mengatasi
permasalahn rendahnya nilai peserta didik dalam pembelajaran Matematika bagi peserta
didik kelas V Sekolah Dasar, khususnya materi yang
berhubungan dengan Faktor Persekutuan Terbesar
dan Kelipatan Persekutuan Terkecil, maka penulis mengadakan pembelajaran
dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis. Pembelajaraninidiharapkandapatmeningkatkanprestasibelajarpesertadidikkelas
V SD NegeriBatursari 3.
Permasalahan dalam
penelitian ini adalah 1) bagaimanakah proses pembelajaran denganpemanfaatan
media papan magnetik dan metode kuis dalam pembelajaran Matematika materi ”Menentukan
Faktor Persekutuan Terbesar dan
Kelipatan Persekutuan Terkecil” di kelass V
SD Negeri Batursari 3 Semester 1
Tahun Pelajaran 2013/2014, 2) seberapa banyak peningkatan prestasi belajar
materi menentukan FPB dan KPK dengan pembelajaran memanfaatkan media papan
magnetik dan metode kuis di kelas V SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun
pelajaran 2013/2014?”
Penelitian ini bertujuan
untuk: 1) mendeskripsi proses pembelajaran denganpemanfaatan media papan magnetik dan metode kuis dalam pembelajaran Matematika materi ”Menentukan
Faktor Persekutuan Terbesar dan
Kelipatan Persekutuan Terkecil” di kelass V
SD Negeri Batursari 3 Semester 1
Tahun Pelajaran 2013/2014; dan 2) mendeskripsi
banyaknya peningkatan prestasi belajar materi menentukan FPB dan KPK dengan
pembelajaran memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis di kelas V SD
Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
LANDASAN TEORETIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
Hakikat Pembelajaran
Kegiatan belajar
tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan pembelajaran. Belajar pada dasarnya
merupakan aktivitas yang secara sadar dilakukan peserta didik. Pembelajaran
merupakan aktifitas guru dalam usaha membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Sedangkan menurut
Tim Mata Kuliah Dasar Khusus (MKDK) IKIP Semarang (1992:15) menjelaskan bahwa pembelajaran adalah usaha sadar yang
dilakukan oleh guru untuk membantu peserta didik atau anak didik agar mereka dapat belajar
sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Guru berfungsi sebagai fasilitator, yaitu
orang yang menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung agar peserta
didik dapat mewujudkan kemampuan
belajarnya.
Sedangkan belajar pada dasarnya
merupakan aktifitas yang secara sadar dilakukan peserta didik. The Liang Gie
(2001: 23) menyatakan bahwa belajar adalah segenap rangkaian atau aktivitas
yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dirinya,
berupa penambahan atau kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen”.
Berdasarkan pernyataan di atas maka penulis
merumuskan pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seorang guru
untuk dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik .
Sedangkan belajar merupakan kegiatan peserta didik untuk dapat mengembangkan
potensi dirinya menjadi lebih berkualitas. Dalam penelitian ini pembelajaran yang dimaksud
adalah pembelajaran Matematika dengan materi ”Menentukan FPB dan KPK ” di Kelas
V Sekolah Dasar.
Media Pengajaran
Media
pengajaran merupakan bagian integral dari proses pendidikan. Maka dari itu
media pengajaran merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan
pendidikan. Umar Hamalik (1994:12) mendefinisikan media pendidikan adalah
”alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan
komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di
sekolah”.
Media
pembelajaran dapat dikategorikan sebagai besumber belajar. Mudhoffir (1992:5)
mengartikan sumber belajar adalah, “segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan
dalam kegiatan belajar”. Yang termasuk dalam sumber belajar adalah: orang,
bahan/alat, pesan, teknik dan lingkungan. Sumber belajar yang berkaitan dengan
lingkungan meliputi: halaman sekolah, kebun, UKS, perpustakaan, laboratorium,
museum dan lain-lain yang ada kaitannya dengan lingkungan sekitar sekolah.
Media yang
digunakan dalam pembelajaran ada bermacam-macam, mulai dari media yang
sederhana hingga media yang rumit dan modern. Media pengajaran merupakan alat
bantu dalam mengajar. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar peserta
didik dalam pengajaran yang akan
menyebabkan hasil belajar yang tinggi pula.
Media
dalamkegiatanpembelajaraniniadalah media papan magnetikdenganvariasikartubilangan.
Adapun alasan menggunakan variasi
program ini karena peserta didik menurut pengamatan guru kelas sangat antusias
apabila mengikuti pelajaran dengan berbgai media dan bermain kuis.
Metode
Belajar
Metode adalah cara yang telah diatur dan
terpikir untuk mencapai tujuan. Metode
digunakan sebagai sarana untuk mencapai harapan yang diinginkan dengan berbagai
cara. Simanjutak (1983:13) menyatakan bahwa metode adalah cara yang sistematis
yang digunakan untuk mencapai tujuan. Metode belajar yang akan dibahas dalam
penelitian ini adalah Metode Bermain. Salah satu metode yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah metode
kuis. Dalam belajar yang menggunakan metode ini memiliki beberapa keuntungan,
antara lain adalah: 1) pengalaman anak
bukan hanya hapalan, tetapi juga pemahaman, 2) Anak terbiasa dapat memecahkan
masalah yang dihadapi dengan berdasarkan teori yang ada; 3) Pengetahuan anak
tidak mudah hilang; 4) Hasil belajar lebih bermakna bagi diri anak dibandingkan
dengan cara belajar secara konvensional; dan 5) Dalam belajar, anak akan
bervariasi sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Berdasarkan uraian di atas,
metode belajar yang akan dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah metode
bermainpapan magnetik dan kuis. Dalam
hal ini peserta didik akan bermain
dengan menggunakan papan magnetik dan
kartu bilangan.
Adapun langkah-langkah dalam
metodebermain papan magnetik dan kuis
ini adalah: 1) Guru dan peserta didik menyediakan media papan magnetik , kartu
bilangan dan kartu soal-soal yang
berkaitan dengan FPB dan KPK, 2) Peserta didik mempraktikkan bermain dengan
kelompoknya yaitu: satu peserta didik membaca soal, peserta didik kedua menempelkan kartu bilangan pada papan
magnetik sesuai dengan soal yang
dibacakan, peserta didik ketiga memberi
tanda pada deretan tabel untuk mempermudah cara mencari FPB atau KPK, peserta
didik keempat menghitung FPB atau KPK
berdasarkan pada tabel. Apabila jawaban benar maka kelompok tersebut menerima
pin penghargaan, dan apabila jawaban salah maka semua anggota kelompok
menyanyikan lagu yang diminta oleh peserta didik kelompok lainnya 3) Setelah selesai bermain, peserta
didik mengerjakan latihan. Peserta didik
melaporkan hasil latihan, 4) Pembahasan secara klasikal, dan 5) ulangan ulangan
harian.
Pembelajaran Matematika
Menurut Johnson dan Myklebust (1967:244) dalam Mulyono (1999:252) Matematika
adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekpresikan
hubungan-hubungan kuantitatif dan keuangan sedangkan teoritisnya adalah untuk
memudahkan berpikir. Ada beberapa alasan perlunya peserta didik belajar Matematika menurut penuturan Conelius
dalam Mulyono (1999:252), yaitu: (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2)
sarana untuk memecahkan kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola
hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan
kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan perkembangan budaya.
Dalam pembelajaran Matematika atau berhitung
memiliki beberapa prinsip pengajaran. Depdikbud (1996:2) menjelaskan bahwa
prinsip-prinsip pengajaran matematika adalah sebagai berikut: 1) Keberhasilan
pelajaran matematika sangat ditentukan oleh upaya penanaman konsep yang jelas,
latihan, dan dilandasi pengertian; 2) Dalam menyajikan topik-topik baru
hendaknya dimulai dari tahapan yang paling sederhana menuju tahapan yang
kompleks; 3) Pengalaman-pengalaman sosial dan penggunaan benda-benda konkret
perlu dilakukan guru dalam membantu pemahaman anak-anak terhadap pengertian-pengertian
dalam berhitung; 4) Setiap langkah dalam pengajaran berhitung hendaknya
diusahakan melalui penyajian yang menarik; 5) Setiap anak belajar dengan
kesiapan dan kecepatannya sendiri-sendiri, tugas guru memberikan motivasi; 6) Latihan-latihan
sangat penting untuk memantapkan pengertian dan keterampilan; dan 7) Relevansi
berhitung dengan kehidupan sehari-hari perlu ditekankan.
Berdasarkan prinsip di atas, maka pembelajaran Matematika
khususnya Materi menentukan faktor persekutuan terbesar dan kelipatan
persekutuan terkecil, perlu adanya media yang bervariasi, dan metode yang menarik untuk menanamkan konsep
terhadap diri peserta didik.
Prestasi Belajar
Setelah melakukan aktivitas
belajar peserta didik ingin mengetahui prestasi belajanrnya. Prestasi belajar
merupakan hasil belajar yang diperoleh peserta didik selama belajar. Syaifuddin (1996:164)
mendefinisikan prestasi belajar dengan, “Perolehan pengetahuan dan kecakapan
baru yang dapat dioperasikan dalam bentuk indikator berupa nilai raport, indeks
prestasi, angka kelulusan, predikat keberhasilan dan semacamnya”.
Untuk mengetahui prestasi
belajar peserta didik perlu adanya
evaluasi sebagai alat untuk mengukur hasil belajar. Pemberian nilai menurut
Suharsismi (1997:274) merupakan suatu pekerjaan yang memberikan suatu feed back
(umpan balik) yang mencerminkan seberapa jauh seorang peserta didik telah mencapai tujuan yang ditetapkan dalam
pengajaran atau sistem instruksional.
Prestasi belajar yang
dimaksudkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Matematika khususnya pada
materi ”Menentukan FPB dan KPK”.
Kerangka Berpikir
Pemanfaatan media papan magnetik dan
metode kuis dalam pembelajaran Matematika di kelas V SD, merupakan tindakan
yang dipilih untuk mengatasi masalah penanaman konsep cara menentukan FPB dan
KPK dalam pembelajaran Matematika. Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam
pengajaran Matematika. Menurut Mulyono (1999:155) ada empat pendekatan yang
paling berpengaruh dalam pengajaran Matematika, yaitu: “(1) urutan belajar yang
bersifat perkembangan, (2) belajar tuntas, (3) strategi belajar, dan (4)
pemecahan masalah.
Hipotesis
Hipotesis dalam
penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) proses pembelajaran denganpemanfaatan
media papan magnetik dan metode kuis dapat meningkatkan prestasi
belajarb dalam pembelajaran Matematika
materi ”Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar
dan Kelipatan Persekutuan Terkecil” di kelas V SD Negeri Batursari 3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014, 2)
terjadi peningkatan prestasi belajar yang signifikan materi menentukan FPB dan
KPK dengan pembelajaran memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis di
kelas V SD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
METODE PENELITIAN
Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri Batursari 3 yang jumlahnya
sebanyak 41peserta didik,
yang terdiri atas 18 peserta didik perempuan dan 23peserta didik laki-laki. Fokus pembelajaran pada materi menetukan FPB dan
KPK. Adapun aplikasi pemanfaatan media papan magnetik dan metode kuis dilakukan sebanyak 2 siklus.
Siklus pertama dilakukan pada hari Rabu 11 September 2013 dan siklus ke 2
dilakukan pada hari Rabu 26 September 2013.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang
merupakan perbaikan pembelajaran berdasarkan permasalahan yang dijumpai di
kelas. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti merupakan
penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif dengan pemaparan menggunakan
metode deskriptif.
Penelitian
ini dilakukan oleh guru kelas selaku peneliti, dengan bantuan teman sejawat
sebagai observer selama kegiatan pembelajaran siklus 1 dan 2.
Prosedur penelitian dilakukan mulai dari tahap perencanaan tindakan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Guru kelas sebagai peneliti menyiapkan
media yang dibutuhkan, yakni: 1) membuat tabel pada papan magnetik, 2) membuat kartu bilangan antara 1 -100
dengan jumlah masing-masing bilangan lima buah. 3) menulis soal-soal yang berhubungan dengan
FPB dan KPK dalam bentuk kartu huruf, 4) menyiapkan tempat kartu bilangan dan
kartu soal.
Selama kegiatan pembelajaran dilakukan
dengan menggunakan media media papan magnetik dan metode kuis, guru mengamati
dan menctatat perkembangan peserta didik dalam pembelajaran.
Dalam penelitian ini
menggunakan validitas teman sejawat, yakni teman sejawat yang menganalisis dan
mengoreksi soal-soal yang telah disusun peneliti sebelum digunakan dalam
penelitian. Adapun hasil dari teman sejawat menyatakan bahwa soal-soal sesuai
/valid untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam materi menentukan FPB dan KPK. Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan
menata secara sistematis hasil dari observasi dan dokumentasi untuk
meningkatkan pemahaman penelitian terhadap kasus yang diteliti dan
menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Kegiatan analisis merupakan
refleksi dari data sebelum treatment dan hasil setelah treatment.
HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Deskripsi
Pra Siklus
Data nilai peserta didik yang diperoleh sebelum tindakan perbaikan
diberikan, berdasarkan nilai hasil tugas pertama yang diberikan guru pada
materi Menggunakan sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB
dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK dan FPB” dengan metode ceramah
disusun dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar
Herrhyanto, 2004: 212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Nilai Tes
sebelum perbaikan
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Peserta didik
|
Prosentase (%)
|
|
1
|
0 -10
|
|
|
|
2
|
11-20
|
|
|
|
3
|
21-30
|
3
|
7,3
|
|
4
|
31-40
|
6
|
14,6
|
|
5
|
41-50
|
5
|
12,2
|
|
6
|
51-60
|
3
|
7,3
|
|
7
|
61-70
|
8
|
19,5
|
|
8
|
71-80
|
12
|
29,3
|
|
9
|
81-90
|
4
|
9,7
|
|
10
|
91-100
|
|
|
|
JUMLAH
|
41
|
100
|
|
Dari data di atas
dapat diketahui bahwa peserta didik yang
belum dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (70) masih sebanyak 17peserta didik dari jumlah peserta didik seluruhnya 41. Sedangkan peserta didik yang mencapai tingkat ketuntasan minimal
sebanyak 24peserta
didik dari jumlah peserta didik seluruhnya.
Deskripsi Siklus
1
Pada siklus pertama pembelajaran
dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis dengan materi menggunakan sifat-sifat operasi
hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK
dan FPB”. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan langkah:Kegiatan pembelajaran
dilakukan oleh guru kelas sekaligus sebagai peneliti.
Kegiatan penelitin ini
dilakukan di dalam kelas oleh guru kelas sebagai peneliti. Adapun
langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) Guru
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, 2) Guru menyiapkan media yang
dibutuhkan, 3) Peserta didik menuju
kelompoknya masing-masing, 4) Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru, 5) Peserta
didik mengambil undian untuk bermain papan
magnetik dan kuis bersama kelompoknya, 6) Kelompok peserta didik mempraktikkan permainan, Bila jawaban dari
permainan benar maka kelompok peserta didik akan menerima pin pengharagaan, dan bila salah
maka kelompok peserta didik harus
menyanyikan lagu sesuai dengan permintaan peserta didik lainnya, 7) Setelah semua kelompok selesai
bermain, peserta didik mengerjakan
latihan secara individu, 8) Apabila peserta didik telah selesai sebelum waktu pembahasan secara
klasikal, 9) Pembahasan hasil latihan secara klasikal, 11) Kesimpulan dan 10) Ulangan harian.
Hasilevaluasipadapembelajarandengan media papanmagnetikdanmetodekuissiklus
1 inidapatdisusun dalam bentuk
distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herhyanto, 2004: 212) hasilnya
sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Nilai Tes Siklus
1
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Peserta didik
|
Prosentase (%)
|
|
1
|
41 – 50
|
4
|
9,8
|
|
2
|
51 – 60
|
7
|
17,1
|
|
3
|
61 – 70
|
10
|
24,4
|
|
4
|
71 – 80
|
11
|
26,8
|
|
5
|
81 – 90
|
9
|
21,95
|
|
6
|
91 – 100
|
|
|
|
JUMLAH
|
41
|
100
|
|
Berdasarkan analisis
tabel tersebut dapatdipaparkanbahwa
hasil tindakan dalam siklus pertama
menunjukkan bahwa sebanyak 30 peserta didik (73%) mencapai ketuntasan dalam mempelajari materi
menentukan FPB dan KPK, dan 11 (27%) peserta didik
mengalami tidak tuntas.
Peserta didik yang
mengalami tidak tuntas ini mendapatkan bantuan belajar dari teman sekelompoknya
untuk mengulangi mempelajari materi, setelah itu mengikuti ulangan remidi. Setelah semua anak tuntas dalam
mempelajari materi pertama yang direncanakan dalam tindakan, maka dilanjutkan
kegiatan seterusnya.
Berdasarkan
refleksi hasil pembelajaran dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis ini, dapat dikemukakan
beberapa kekurangan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk kegiatan siklus
berikutnya. Kelemahan pada siklus pertama antara lain: 1) Peserta didik masih sering ragu ketika meletakkan bilangan
faktor pada papan magnetik , 2)peserta didik masih bingung antara menentukan KPK atau FPB
dari soal yang dibacakan temannya, 3) ketika mengerjakan lembar kerja peserta
didik kurang konsentrasi.
Hasil dari
refleksi pembelajaran pada siklus pertama ini dipergunakan sebagai pedoman
dalam penyusunan persiapan pelaksanaan pembelajaran untuk siklus yang ke dua.
3. Deskripsi Siklus 2
Pada siklus
ke dua ini dilaksanakan untuk materi kompetensi dasar menggunakan sifat-sifat operasi hitung campuran
termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok materi “Menentukan KPK dan FPB”dengan memperhatikan masukan dari teman sejawat berdasarkan pengamatan dan
analisis hasil siklus 1, yang dituangkan dalam bentuk refleksi. Langkah-langkah
pembelajaran pada siklus ke 2 pada dasarnya sama dengan siklus 1, tetapi ada
penyempurnaan berdasarkan hasil refleksi pada siklus . Adapun langkah
penyempurnaan tersebut meliputi: 1) pengelolaan kelas ketika peserta didik mempraktikkan bermain lebih diintensifkan, 2)
pemanfaatan media papan magnetik dan
metode kuis lebih diefektifkan, 3) perhatian lebih pada peserta didik ketika
mengerjakan latihan, 4) soal-soal lembar kerja peserta didik lebih banyak soal cerita yang berhubungan
dengan FPB dan KPK. Selain itu soal-soal juga meliputi bilangan yang lebih dari
100, serta bintang penghargaan bagi peserta didik yang mengerjakan dengan benar. Kegiatan
dilakukan pada waktu pembelajaran Matematika dan diakhiri dengan tes formatif. 1) Proses pelaksanaan tindakan dalam 2
siklus, 2) Pengukuran hasil tindakan (evaluasi),
dilakukan sebanyak 2 kali ulangan formatif,
dan 3) Analisis hasil evaluasi secara persentase keberhasilan peserta didik, dengan
menganalisis hasil ulangan formatif peserta didik setiap kali ulangan, kemudian
dibandingkan dengan nilai peserta didik sebelum tindakan diberikan, serta 4) analisis dan refleksi hasil kegiatan
pembelajaran.
Kegiatan
penelitin ini dilakukan di dalam kelas oleh guru kelas sebagai peneliti. Adapun
langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:1) Guru
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, 2) Guru menyiapkan media yang
dibutuhkan, 3) Peserta didik menuju kelompoknya masing-masing, 4) Peserta didik
memperhatikan demonstrasi guru, 5) Peserta didik mengambil undian untuk bermain bersama
kelompoknya, 6) Kelompok peserta didik mempraktikkan permainan, Bila jawaban
dari permainan benar maka kelompok peserta didik akan menerima pin
pengharagaan, dan bila salah maka kelompok peserta didik harus menyanyikan lagu
sesuai dengan permintaan peserta didik lainnya, 7) Setelah semua kelompok selesai
bermain, peserta didik mengerjakan latihan secara individu, 8) Apabila peserta
didik telah selesai sebelum waktu
pembahasan secara klasikal, 9)
Pembahasan hasil latihan secara klasikal, 11) Kesimpulan, dan 10) Ulangan formatif.
Adapun tes disusun
dalam bentuk distribusi frekuensi menurut aturan Sturges (Nar Herrhyanto, 2004:
212) hasilnya sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Nilai Tes Siklus
2
|
No
|
Rentan Nilai
|
Jumlah Peserta didik
|
Prosentase (%)
|
|
1
|
51 – 60
|
4
|
9,8
|
|
2
|
61 – 70
|
7
|
17,1
|
|
3
|
71 – 80
|
22
|
53,7
|
|
4
|
81 – 90
|
6
|
14,6
|
|
5
|
91- 100
|
2
|
4,9
|
|
JUMLAH
|
41
|
100
|
|
Berdasarkan pada penyajian tabel nilai
peserta didik pada siklus ke 2 tersebut,
dapat ternyatapesertadidik yang lulus KKM sebanyak37
(90%) pesertadidikdan yang belumhanya 4pesertadidikdengannilai70.
Pembahasan Hasil Penelitian
Pembelajaran
dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis di kelas V SD Batursari 3,
dengan materi pembelajaranmateri menggunakan
sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok
materi “Menentukan KPK dan FPB”, menunjukkan hasil belajar yang lebih efektif. Dengan melihatperkembangan
nilai peserta didik dalam tabel
perkembangan dan histogram tersebut di atas dapat dikatakan bahwa ada perbedaan
yang signifikan dari prestasi belajar peserta didik antara kegiatan pembelajaran
yang dilakukan sebelumnya yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah,
dengan pembelajaran setelah dikenai tindakan (pemanfaatan media papan magnetik dan metode kuis dalam pembelajaran Matematika
di kelas V SD Negeri Batursari 3 ) pada
siklus 1 dan 2.
Data
nilaipesertadidiksebelumpembelajaran, siklus 1, dansiklus 2,
dapatdibandingkandalamtabel. Adapun
data-data perbandingan nilai peserta didik itu dapat dilihat sebagai berikut:
DATA
PERKEMBANGAN NILAI PESERTA DIDIK SEBELUM
TINDAKAN
DAN SESUDAH TINDAKAN
|
No
|
Nilai
|
JumlahPesertadidik
|
||
|
SebelumTindakan
|
Siklus 1
|
Siklus 2
|
||
|
1
|
0 -10
|
|
|
|
|
2
|
11 - 20
|
|
|
|
|
3
|
21-30
|
3
|
|
|
|
4
|
31 - 40
|
6
|
|
|
|
5
|
41 - 50
|
5
|
4
|
|
|
6
|
51 - 60
|
3
|
7
|
4
|
|
7
|
61 - 70
|
8
|
10
|
7
|
|
8
|
71 - 80
|
12
|
11
|
22
|
|
9
|
81 - 90
|
4
|
9
|
6
|
|
10
|
91- 100
|
|
|
2
|
|
Jumlah
|
2640
|
3010
|
3230
|
|
|
Rata-Rata
|
64,39
|
73,41
|
78,78
|
|
|
Tuntas
|
17
|
30
|
37
|
|
|
TidakTuntas
|
24
|
11
|
4
|
|
|
Jumlah
|
41
|
41
|
41
|
|
Hasil
penelitian ini menyatakan bahwa dalam pemanfaatan media papan magnetik dan Metode Kuisdalam pembelajaran Matematika Kelas V semester 1 di SD Batursari 3 tahun pelajaran 2013/2014, khususnya pada
stándar kompetensi menggunakan
sifat-sifat operasi hitung campuran termasuk campuran FPB dan KPK, dengan pokok
materi “Menentukan KPK dan FPB”, menunjukkan hasil belajar peserta didik yang meningkat.
Melalui perbandingan nilai rata-rata, pada nilai sebelum tindakan, siklus 1 dan
siklus ke 2, yaitu 64,39; 73,41;dan 78,78 dapat ditentukan pula bahwa
pembelajaran ini bernilai positif, artinya dengan memanfaatkan media papan magnetik dan metode kuis, dapat dijadikan sarana
efektif untuk menanamkan konsep cara menentukan FPB dan KPK dalam pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri Batursari
3.
Pemanfaatan
media papan magnetik dan metode kuis, dalam pembelajaran Matematika yang
dilakukan, terlihat bahwa peserta didik belajar dengan antusias dan semangat,
sehingga konsep mencari FPB dan KPK yang ditanamkan mencapai sasaran. Dengan menguasai
konsep tentang cara menentukan FPB dan KPK, maka peserta didik dapat memecahkan soal cerita yang berhubungan
dengan hubungan materi FPB dan KPK.
Dengan
pemanfaatan media ini, ternyata dapat menarik perhatian peserta didik.
Memanfaatkan media papan magnetik dan
metode kuis dalam pembelajaran Matematika materi KPK dan FPB, ternyata menarik
minat dan semangat belajar peserta didik. Peserta didik yang biasanya
perhatiannya kurang, tampak menjadi lebih antusias pada pembelajaran ini.
Demikian pula peserta didik yang sudah mulai jenuh dengan pembelajaran yang
monoton dan tidak bervariasi, kembali lebih berkonsentrasi pada pembelajaran
melalui pembelajaran dengan media papan magnetik dan metode kuis. Hal ini senada dengan manfaat dari penggunaan media pembelajaran
ini, menurut Hamalik (1994 : 108)
antara lain adalah : 1) menarik minat,
2) memberi gambaran yang jelas, 3) mempunyai tinjauan yang luas dan 4)
mendorong kreativitas peserta didik.
Berkaitan
dengan pendapat tersebut, maka pemanfaatan mediadengan media papan magnetik dan metode kuis memang dapat menarik minat
peserta didik untuk belajar dan memahami konsep menentukan FPB dan KPK,
sehingga peserta didik mempunyai
tinjauan yang luas dalam menyelesaikan masalah mulai dari permasalahan yang
mudah dan sederhana hingga yang kompleks. Yakni dari soal Matematika biasa yang
hanya sebatas mencari FPB dan KPK, menjadi soal Matematika yang lebih kompleks dalam
bentuk soal cerita.
Dengan
adanya keuntungan-keuntungan dari pemanfaatan media dengan media papan magnetik dan metode kuis ini, maka akhirnya hipotesis
yang dikemukakan diterima, yakni pembelajaran dengan memanfaatkan media
papan magnetik dan metode kuis terbukti
dapat meningkatkan prestasi belajar peserta
didik dalam pembelajaran Matematika materi menentukan FPB dan KPK di Kelas V SDN Batursari
3, semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Simpulandalampenelitianiniadalah:
1) prestasi belajar peserta didik dengan memanfaatkan media papan
magnetik dan metode kuis, dalam pembelajaran Matematika materi
menentukan FPB dan KPK di Kelas V SDN Batursari 3, lebih tinggi dari
pembelajaran sebelumnya, terbukti dengan nilai yang diperoleh peserta didik
setelah tindakan diberikan dalam ulangan yakni
73,41 pada
siklus 1, dan 78,78 pada
siklus 2; dan 2) pembelajaran Matematika dalam materi menentukan FPB dan KPK
dengan memanfaatkan media dengan media papan
magnetik dan metode kuismenunjukkan
hasil belajar yang lebih efektif.
Pemanfaatan media dengan media papan
magnetik dan metode kuis lebih efektif
untuk menanamkan konsep cara menentukan FPB dan KPK dalam pembelajaran
Matematika di Kelas VSD Negeri Batursari 3 semester 1 tahun pelajaran 2013/2014.
Dengan menguasai konsep menentukan FPB dan KPK ini peserta didik lebih cepat dapam menyelesaikan soal yang
lebih kompleks dalam bentuk soal cerita.
Saran
Untuk mengintensifkan pemanfaatan media dengan media papan magnetik dan metode kuis pembelajaran dapat disarankan
sebagai berikut: 1) Kepada Kepala Sekolah supaya lebih banyak memberikan
motivasi kepada guru dalam kegiatan belajar dan mengajar agar memanfaatkan
media yang bervariasi, khususnya media dengan
media papan magnetik dan metode kuis
dalam pembelajaran Matematika; 2) Kepada Guru supaya meningkatkan kemampuannya
dalam kegiatan pembelajaran dan mengembangkan
kreativitas dalam pembelajaran di antaranya dengan memanfaatkan
dengan media papan magnetik dan metode uis untuk menanamkan konsep cara
menentukan FPB dan KPK; dan 3) Pihak sekolah sebagai tempat dan penyelenggara
pendidikan hendaknya melengakapi fasilitas dan kebutuhan peserta didik dalam kegiatan
belajar dan mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
B, Simanjutak. 1983. Metodologi Pendidikan. Bandung. Citra
Adi Karya.
Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.
Gafur, Abdul. 1989. Media
Pembelajaran. Jakarta.
Hamalik, Oemar.
1994. Media pendidikan. Bandung:
Citra Adi Karya.
Handoko, Tri.
2007. Terampil Matematika. Jakarta:
Yudhistira.
Herrhhyanto, Nar. 2004. AnalisisHasilEvaluasi.Bandung. Citra AdiKarya.
Mudhofir. 1986. Teknologi Instruksional. Bandung: RemajaRosdakarya.
Sudjana, Nana. 1992. Media
Pengajaran. Bandung:
Sinar Baru.
Syaifudin. 1996. Evaluasi Pendidikan. Bandung. Remaja
Rosda Karya.
Tim MKDK IKIP Semarang.
1996. Belajar dan pembelajaran. Semarang:
IKIP press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar